Mie Koba (IDFB Challenge #11)

Mie Koba 1a

Seperti yang pernah aku tulis dalam postingan sebelumnya yaitu  Pantai Tanjung Berikat Kabupaten Bangka Tengah, Mie Koba berasal dari Kabupaten Bangka Tengah yang ibukotanya adalah Kota Koba. Mie Koba adalah mie yang diberi taoge dan disiram dengan kuah yang berasal dari daging ikan berbumbu. Sebenarnya untuk rasa, Mie Koba tidak beda jauh dengan bahkan sama dengan makanan khas Bangka lainnya yaitu Mie Kua’ Ikan. Yang membedakannya terletak pada Mie yang dipakai. Bila Mie Kua’ Ikan bebas memakai jenis mie apapun, tidak demikian dengan Mie Koba. Mie Koba punya pakem tersendiri dimana mie yang dipakai harus mie fresh yang dibuat sendiri dan baru akan dimasak pada saat ada yang memesannya. Saat ini warung yang terkenal akan kelezatan Mie Koba-nya adalah Warung Mie Koba Iskandar , yang mempunyai cabang di beberapa kota yang ada di Pulau Bangka. Aku sendiri telah beberapa kali mencicipi rasa Mie Koba baik yang di Kota Koba langsung , di kota Pangkalpinang dan di Kota Sungailiat. Walaupun labelnya sama2 “Warung Mie Koba Iskandar” tapi ada sedikit citarasa yang berbeda di setiap cabangnya.  Misalnya kuah Mie Koba yang ada di Kota Koba, cenderung lebih encer dan warnanya kurang gelap bila dibandingkan dengan Mie Koba cabang Pangkalpinang. Sehingga untuk rasanyapun aku lebih menyukai yang di Pangkalpinang. Itu menurut pendapat pribadiku sih.

Pada awalnya, Mie Koba ini bukanlah makanan favoritku dan bukan makanan yang bisa membuatku jatuh cinta pada pandangan pertama kayak makanan2 khas Manado. Kuah Mie Koba cenderung manis banget untuk ukuran lidahku. Tapi itu cerita lalu. Sekarang aku suka banget ama Mie Koba setelah tau racikan pas yang sesuai dengan seleraku. Malah untuk Mie Koba yang ada di Kota Koba yang warnanya kurang pekat dan rasanya tidak terlalu manis, menjadi sedikit hambar bila dipadu-padankan dengan racikan khas sesuai seleraku. Oya kalo mau liat penampakan asli Mie Koba langsung dari warungnya klik disini ya…

Memang apa sih yang membuat racikannya terasa pas? Sederhana saja, cukup beri perasan jeruk sambal (minimal 1 buah) dan beri sambal sebanyak2nya…hehehe dijamin nikmat deh! Manis gurihnya kuah berbumbu ikan akan berpadu padan dengan asam dari jeruk dan pedasnya sambal! Oya 80% persen tamu2ku yang dateng dlm rangka kerjaan dan ku bawa mencicipi Mie Koba, langsung pada suka loh…terutama bagi mereka yang orang Jowo J

Bumbu yang digunakan untuk kuah Mie Koba ini gak beda jauh ama resep Mie Kua’ Udang yg pernah aku share sebelumnya dan sedikit aku modif ditambahin ini dan itu. Untuk ikannya sendiri, secara umum ikan yang sering digunakan untuk membuat kuah Mie Koba ini adalah ikan tenggiri, ikan kakap dan ikan Ciu (sebutan buat ikan selar).

Dari bisik2 temenku, ada yang bilang kalo Mie Koba Iskandar itu kuahnya bukan dari Ikan Tenggiri loh…. tapi dari ikan selar…  (harga tenggiri lebih mahal dibandingkan dengan ikan lain). Yahhh apapun ikannya yg penting enak rasanya, ya gak…gak dosa juga kalee kalo gak pake ikan tenggiri, yang dosanya itu kalo gak ngaku hahahaha jadi ngelantur deh.

Ikan selar, disamping harganya lebih murah dari ikan tenggiri, rasanyapun kalo digoreng garing gitu aku sukaaaaaaaa skali… Beda ama ikan tenggiri, terus terang aku jarang banget buat gulai atau sambel atau masakan yg pake ikan tenggiri, soalnya buatku ikan tenggiri itu identik ama pempek aja. Titik. Sunggung pemikiran yang sempit ya *geleng2kepala #don tray dis et hom ya.

Jadi alhasil akhirnya dan kesimpulannya, ikan yg aku pake buat kuah Mie Koba adalah ikan selar. Harganya murah dan rasanya pasti mantap serta nikmat. Oya mengenai mie, pas awal2 bulan Juli aku pernah buat mie sendiri pake resep okenya Chef KW, itu loh mantan pacarnya teh Uceu hihihi… Hasilnya owkeh dan enak banget, begitu jadi langsung dijadikan Bakmie Ayam. Nah, sisanya aku buat kepalan masing2 seberat 100gr dan aku simpan di chiller, entah kenapa 2hari atau 3 hari kemudian pas dimasak ama Asisten, jadinya menggumpal…apa karena aku salah ya cara nyimpennya? Ntr mo tanya teh uceu ah…

Back to Mie Koba, jenis mie yang aku pakai tetap aja sesuai dengan pakemnya yaitu mie yg fresh. Bedanya kali ini aku gak buat sendiri, tapi beli di tempat pembuatan mie dan pangsit, Rp. 8ribu perkilonya. Rasanya sih lumayanlah, tp tetep gak ada yg menandingi kelesatan emih hom med 😉

Yuk ah dari pada kebanyakan ngelanturnya kita mulai buat aja …

Mie Koba Vintage1

 Mie Koba

 Bahan

1 Kilo mie fresh siap masak

1 Ons taoge diseduh sebentar dengan air mendidih

Seledri di iris halus

Bawang Goreng

Jeruk sambal (lemon cui)

Telur Rebus

½ Kg Ikan selar, bersihkan dan dikukus, ambil daging ikannya.

 

Bumbu Kuah

3 Siung Bawang Putih

4 Siung Bawang Merah

Sedikit pala

Seujung jari jahe

1 sdt merica halus

3 Sdm Kecap Ikan

1 sdm ebi, rendam dengan air hangat lalu tiriskan

Kecap Manis  secukupnya (masukan sampai kuah berwarna gelap)

25 gr Kaldu bubuk Rasa Ayam

2 Liter air

Garam secukupnya

 

Cara Membuat :

Haluskan bawang merah, bawang putih, pala, jahe, ebi dan merica, lalu tumis sampai harum dengan sedikit minyak, masukan ikan yg sudah dikukus tadi. Tumis lagi sampai harum.  Masukan  kecap ikan, kecap manis, kaldu bubuk dan air. Beri garam sampai rasanya pas.

 

Penyelesaian :

Taruh mie di dalam piring atau mangkuk. Beri taoge sesuai selera. Siram dengan kuah panas. Taburi dengan seledri cincang dan taburan bawang goreng. Perasi dengan jeruk sambal dan beri sambal

Mie Koba 2b

Selamat menikmati dan tak lupa logo keren ini….

challenge11_zpsab69b2f4

Pantai Tanjung Berikat Kabupaten Bangka Tengah

Koba adalah ibukota dari Kabupaten Bangka Tengah yang jaraknya kurang lebih 1 jam perjalanan dari ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Pangkalpinang. Seperti setiap kabupaten lainnya yang ada di provinsi ini, Kabupaten Bangka Tengah ini juga punya ‘koleksi’ pantai indah dengan pasir putih yang halus.  Salah satunya pantai yang mudah diakses karena berada dipinggir jalan dekat dengan Tugu Selamat Datang Kabupaten Bangka Tengah yaitu pantai Arung Dalam.

???????????????????????????????

Pada awal bulan Juli ini dalam rangka pekerjaanku yang lokasinya di Kabupaten Bangka Tengah, aku berkunjung ke Kota Koba. Kebetulan si Aling sobatku yang sehari2nya ada di Jakarta sedang pulang ke rumah orang tuanya di  Desa Trubus Bangka Tengah.  Setelah urusan kerjaanku beres sekitar jam 2 siang, kita udah janjian sebelumnya mau liat pantai yang katanya bagus dan masih alami banget di daerah Tanjung Berikat.

Lama perjalanan dari kota Koba ke Tanjung Berikat ditempuh kurang lebih 1 jam disebabkan oleh keadaan jalan yang jelek dan banyak lubangnya. Selama perjalanan sempat agak2 nyesel juga mutusin mau ke pantai Tanjung Berikat ini, secara energi rasanya udah terkuras ama pekerjaan dari tadi pagi ampe siang *huff. Mana cuaca mendung dan hujan kecil terus turun, jadinya sepanjang jalan tidur aja deh. Kekecewaanku semakin bertambah waktu aku dibangunin si Aling, katanya kita udah sampe di kawasan Tanjung Berikat. Gimana enggak, setelah 1 jam badan kena grudukan jalan yang jelek, eh di depan mata cuma pemandangan yg biasaaaaaa bangetttt… di penghabisan aspal terpampang pantai dengan sampah2 kayu2 dan bercampur dengan sampah2 plastik serta keadaan semak belukar yang bergulung2! Kalo yang ginian sih di Pangkalpinang  juga juga banyak rutukku dalem ati… mana ada satu rumah nelayan yg kesannya kumuh disana hmmmm nyeselll….

Papan 1-tile - Copy

Selang berjalan selama 7 menit dengan sedikit mendaki, tibalah pandangan mata kami ke hamparan sabana (bener gak nih pake istilah ‘sabana’, cmiiw ya fren) ilalang yang sebagian ada yang sudah menguning akibat pembakaran atau apa dan sebagian lagi masih hijau segar. Yang uniknya disini, di hamparan sabana itu terdapat gundukan batu2 alam gede khasnya pantai2 yang ada di Bangka dan Belitung. Sekarang pemandangannya udah berubah, gak keliatan lagi rumah nelayan kumuh dan pantai yang penuh sampah.

mdaki1

mdaki2

Dan perjalanan menurun pun dimulai dengan pemandangan laut yang sekali2 mengintip dari balik pohon cemara dan semakin lama pemandangannya semakin bikin penasaran… Suasana hatikupun semakin berubah, cemberut udh berganti senyum hehehehe….. Subhanallah, pemandangannya indahhhhhh banget… dari ujung ke ujung ada bukit batu yang disela2nya tumbuh pepohonan yang menjulang. Suasananya sepi, pantainya bersih. Ada beberapa perahu nelayan yang terdampar di pasir pantai dan ada juga yang ditambatkan di bibir pantai membuat suasananya tambah indah.

???????????????????????????????

???????????????????????????????

berikat2

???????????????????????????????

berikat4

berikat5

Nelayan Gabung

Hampir satu jam menghabiskan waktu disana berjalan dari ujung ke ujung, ngobrol2 dengan sepasang nelayan yang kutemui disana,  aku dan Aling pun bergegas pulang menuju Kota Koba lagi. Udara yang sejuk ditambah kena gerimis kecil bikin perut terasa keroncongan lagi. Kamipun berencana untuk makan Mie Koba di restoran yang ada di tengah2 kota. Oya dijalan gak jauh dari Pantai Tanjung Berikat tadi  aku ngeliat ada Dermaga kayu. Brenti bentar buat ngambil  foto2 sebelum melanjutkan perjalanan pulang ke Kota.

Dermaga Kayu1

Perjalanan pulang jauh lebih menyenangkan daripada perjalanan pergi tadi. Disepanjang jalan aku dan Aling sibuk bercerita dan berdiskusi tentang isu perencanaan pengembangan  kawasan Tanjung Berikat. Yah, yang utama dan terpenting tetap sarana dan prasarana jalan serta penerangan ya. Ayo dong Satuan Kerja Vertikal yang udah survey jalan dan jembatan sampai ke kawasan Tanjung Berikat, segera realisasikan pelaksanaan di anggaran tahun depan ya hehehe…

Gak berasa aja, kami berdua sampai juga ke Warung Mie Koba Iskandar. Oya Mie Koba adalah salah satu makanan khas yang berupa mie yang diberi taoge lalu disiram memakai kuah dari ikan. Sebenernya makanan jenis ini banyak dijual di Pangkalpinang maupun di Kabupaten lain. Tapi namanya disebut “Mie Kua’ Ikan” aja. Kenapa untuk Mie Koba ada sebutan tersendiri? Bedanya terletak pada jenis mie yang dipakai. Kalo Mie Kua’ Ikan, mienya boleh mie apa aja termasuk mie instan atau mie telor instan pun bisa. Tapi kalo Mie Koba, mie yang dipakai adalah mie fresh yang baru dimasak pada saat kita memesannya. Warung Mie Koba Iskandar terdapat di beberapa kota yang ada di Pulau Bangka. Selain yang ada di Kota Koba sendiri, salah satu cabangnya ada di Pangkalpinang.

???????????????????????????????

???????????????????????????????

Selesai dari makan Mie Koba, rupanya aku dan Aling masih menyisakan sedikit ruang untuk makanan penutupnya. Lalu kami mengunjungi warung tradisional yang berada di depan Warung Mie Koba Iskandar. Disana dijual aneka gorengan sederhana misalnya pisang, ubi jalar dan tape. Tapi ada juga satu penganan istimewa yang dipilih Aling sore itu. Disebut istimewa karena sebutan buat gorengan tersebut adalah “Taik Kebo” hahahahahaha…sadis ya… Kalo di Palembang penganan tersebut biasa di sebut Kumbu Kacang Ijo. Mungkin kalo di daerah lain pasti beda juga. Alhasil sore itupun kami sempurnakan dengan segelas hangat Ta Fu Sui (susu kacang kedelai), pisang, ubi jalar dan tape goreng serta tak lupa si Taik Kebo…

???????????????????????????????

Dan kamipun berbegas pulang ke Pangkalpinang sambil menyempatkan diri menikmati pra Sunset di pantai Arung Dalam… Alhamdulilah, sungguh hari yang penuh warna…

???????????????????????????????