Mie Kua’ Udang

Mie Kua' Udang - Copy

Tiada hari tanpa guyuran hujan di Pangkalpinang. Cuaca melulu adem dan perut melulu lafarrrrrr….huh…. Bawaannya pengen makan yang anget2 dan ada kuahnya tapi gak ribet bikinnya. Langsung aja pikiran melayang ama jajanan yang biasanya dijual di warung2 jajanan khas bangka selain pempek dan otak2, ada Mie Kua’ Ikan namanya (Kua’ tuh bahasa Bangka artinya Kuah-red) … deskripsinya adalah mie basah ditambah taoge yang udh direbus dulu sekali lewat, disiram ama kuah gurih tumisan bumbu dicampur daging ikan trus dikasi daun seledri dan bawang merah, dikasi perahan jeruk sambel plus sambel yang banyak….hmmmm endangggggg dwehhh….

Berhubung kalo buat Mie Kuah Ikan rada ribet karena harus ngetim ikannya dulu trus daging ikannya diambil, air dari rebusan ikan buat campuran kuah, blom lagi bumbu yang lebih beraneka ragam dan lengkap, akhirnya putar akal buat yang mirip2 dan dan yang penting praktis, gak pake lama buatnya…daging ikannya diganti ama Ebi alias Udang Kering aja… Hasilnya hmmmm…lumayan lho buat iseng2…yuk diintip resepnya….

Bahan

1 bks Mie Telor di rebus dan ditiriskan

1 bks bihun beras direbus dan ditiriskan

Taoge yang direbus sekali lewat ama air mendidih semaunya

Daun seledri, iris halus

Jeruk

Sambal Cabe Rawit

Bawang goreng

Bumbu :

3 Siung Bawang Putih

5 Siung Bawang Merah

½  sdt Lada Halus

Kaldu Ayam Bubuk

Kecap secukupnya

Garam dan Gula secukupnya

2 sdm kecap ikan (kalo ada)

Ebi kurleb satu genggam direndam air dulu 10 menitan trus diblender sendiri, sisihkan

1 ½ liter air

Cara Membuat

Haluskan bawang merah dan bawang putih tumis sampai harum. Masukan ebi yang sudah diblender, aduk2 sampe wangi khas ebi keluar. Masukan kecap ikan lalu masukan air. Masak sampai mendidih, beri lada, kaldu ayam bubuk, gula, garam dan kecap manis. Cicipi rasanya sampe pas.

Penyelesaian :

Taruh mie dan bihun dalam mangkuk. Beri taoge, beri seledri dan bawang goreng. Siram dengan kuah. Peras jeruk sambel dan beri sambel yang banyak….hehehe dijamin meler deh…..

Selamat Mencoba…. 😉

Mie Kua'

Tumis Cekur dan Kacang Butur

20130212_121028

Ini salah satu tumis sayur favoritku yang khas masakan Bangka…namanya agak unik ya Tumis Cekur (=Kencur) dan Kacang Butur (= Kecipir). Bagi penyuka lalapan daun kencur, dijamin bakal suka ama sayur tumis ini, apalagi ada tambahan udang kupas yg segar…hmmmm… yuk siapin dua piring nasi anget…hehehe….

tumis cekur vintage

Jumput Cempedak

IMG_8443 - Copy

Buntut dari dengerin curhat sahabatku si Y soal suaminya yang doyan banget ama si jumput cempedak, aku kecipratan satu buah cempedak yang wangi banget, dagingnya kuning dan tebal. Dan si cempedakpun akhirnya aku buat jumput cempedak….

Ngomong2 soal cempedak kalo lagi musimnya, Pulau Bangka bisa jadi surga cempedak. Hampir disetiap jalan selalu ada yang jual tumpukan cempedak dan rata2 cempedaknya pun berdaging tebal. Sebenernya si jumput cempedak ini makanan yang paling sederhana dan simpel, dan didaerah lain pun pasti ada, tapi beda nama aja kali ya…

Cuma jumput cempedak yang dibuat kali ini agak2 mengecewakan sih, aku gak sempat mentorin asisten gimana bikin yang nikmat. Alhasil, dari hasil satu buah cempedak mengasilkan banyak banget si jumput tapi rasanya kurang berasa, kebanyakan tepungnya… So saran aku, nanti kalo mau bikin seimbang aja antara tepung ama daging cempedaknya ya…

Trus juga soal resep si jumput cempedak ini, sebenernya aku jarang pake timbangan sih, pasti selalu pake ‘kira2’ aja. Pokoknya setelah bahan2 dicampur, adonannya jangan sampe terlalu encer maupun terlalu berat (kebanyak tepung)

Bahan

±100gr daging buah cempedak

1 butir telur

¼ sdt vanilli bubuk

½ sdt baking powder

Air secukupnya

Garam seujung sendok

±100gr Tepung terigu

Gula secukupnya kalo cempedaknya gak manis

Minyak untuk menggoreng

Cara membuat

Campur daging buah cempedak, telur, vanili, baking powder dan garam, aduk hingga rata. Masukan terigu, kalo adonan masih terlalu berat bisa ditambahkan air sedikit2. Trus adonan didiamkan di kulkas ±20 menit gitu.

Panaskan minyak, ambil adonan satu sendok makan. Masukan ke minyak panas. Angkat setelah berwarna kuning keemasan.

Selamat mencoba ^_^

IMG_8433 - Copy1

sahabatku, si Y

Cerita kedua tentang si Y…temenku ini udah nikah lima tahun, belum punya anak, terpisah jarak dengan sang suami dan sedang dalam proses perceraian…….. Sambil meneteskan air mata dia selalu bercerita tentang hal2 ringan yang mengingatkannya pada sang suami yang jauh disana…entah itu soal makanan kegemaran, bau parfum, baju, lagu dan hal-hal kecil lainnya…. Cerita yang keluar dari si Y tidak pernah sekalipun menyebutkan kekurangan apalagi kejelekan suaminya…. Aku percaya temenku si Y ini cinta mati dengan sang suami, tapi persaaan sang suami terhadap Y pasti sudah berubah….

Si Y bercerita bahwa sebelum kejadian sekarang ini pernah memohon kepada sang suami untuk jangan pernah ditinggalkan…dan sang suami berterus terang susah melakukannya…. ya Allah kebayang banget gimana rasanya denger pengakuan jujur dari seseorang yang kita sayang kalo gitu jawabannya… I cry for U my dearest friend…

Dan sekarang si Y pasrah, menyerahkan segala sesuatunya kepada Allah pemilik segalanya. Si Y hanya memohon jalan yang terbaik bagi dirinya dan suami, mohon agar Allah tetap memuliakan suaminya, mohon agar jangan pernah terbersit setitik kebencian apalagi dendam terhadap suaminya dan tetap percaya bahwa keputusan Allah akan lebih indah dan selalu percaya akan janji Allah terdahap hambanya yang berdoa….

”Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah Mengetahui,  sedangkan kamu tidak mengetahui”. (Qs. al-Baqarah : 216)

Speecless banget deh aku denger penuturan si Y…entah karena lagi sensitif atau apa, rasanya hati ikutan nyeri juga. Trus aku keinget pernah baca hadist kalo gak salah HR Tirmidzi (cmiiw ya…) yang isinya kurang lebih gini : gak ada satupun yang lebih mulia bagi Allah melainkan doa karena doa itu adalah senjata, doa juga bukti bahwa kita ini kecil banget di hadapan Allah… Trus aku juga keinget cerita tentang Nabi Ayub AS yang bisa sembuh dari penyakitnya karena terus didoakan oleh istrinya yang sholehah…

Oya, ternyata  doa perempuan itu lebih makbul dari doa lelaki loh… gak pecaya??? karena sifat penyayang perempuan  lebih kuat  dari pada laki2. Nabi pernah bersabda : “ Ibu lebih penyayang dari pada Bapak,  dan doa orang  yang  penyayang  tidak akan sia-sia” (sori ini aku lupa sourcenya dari mana)

Kesimpulannya adalah….yuk mareee kita jadi wanita sholehah, biar doanya selalu diijabah Allah….amin ya rabbalalamin….

Buat Y…selalu sabar ya…akupun percaya, pasti doamu didengar Allah karena aku tau kamu sayang banget ama suamimu….

sahabatku, si X

Cerita pertama soal X, sahabatku yang sangat cantik jelita ini harus mengalami kegagalan dalam rumah tangga yang udah dibina selama sepuluh tahun, dikaruniai dua orang putri dan satu orang putra. Alkisah dahulu kala, beberapa belas tahun yang silam, si X ini pernah membina hubungan serius dengan seorang perwira muda. Oleh karena keluarga besar X yang mayoritas pedagang dan anti ‘oknum’ maka terjadilah cerita a la Romeo- Juliet. Hubungan asmara yang terjali hampir lima tahun harus kandas. Setelah itu si X dan si ‘oknum’ bener2 lost contact. Dua tahun setelah kejadian itu, si X nikah dg lelaki yang direstui keluarganya, dan akhirnya berujung pada perceraian….

Sekitar awal Desember 2012 lalu, secara gak sengaja si X ketemu lagi ama si Oknum, mantannya beberapa belas tahun lalu yang gak pernah ketemu. Pertemuannya gak sampe lima menit, saling tukar nomor telepon, selama dua hari bercerita tentang keadaan masing2. Ternyata si oknum udah hampir dua tahun ini pindah ke kota kami setelah berpindah tugas di beberapa tempat di Indonesia bagian timur. Dan sudah setahun ini menyandang status duda dengan tiga anak!!!!  Si X baru kembali pulang ke rumah orang tuanya sekitar tujuh bulan ini dalam keadaan juga menjanda….sontak aja pertemuan kembali mereka diwarnai drama tangis2an, termasuk mamanya si X juga turut terisak-isak mendengarkan pilu kisah mereka….  Dan kejadian selanjutnya sama kayak sinetron stripping. Secara kilat mereka memutuskan melanjutkan kisah kasih yang sempat tertunda belasan tahun lau dan hari ini ijab yang menghalalkan ikatan mereka terucap….alhamdulilah….

Masih teringat bulan puasa tahun yang lalu pada saat si X baru menyandang titel “single parent”, dengan mata yang selalu bengkak, wajah kuyu berperang dengan kehilangan rasa percaya diri sementara harus tetap terlihat tegar di depan anak2nya. Sedikit demi sedikit, mau gak mau aku sebagai sahabat turut memompa semangat dan rasa percaya dirinya…. Sungguh bahagia deh liat si X mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut hari sakral yang dadakan ini layaknya baru pertama kali merit….hehehe walaupun diadakan secara sederhana aja… Harapanku, moga ini jadi yang terakhir bagi keduanya, moga jadi keluarga samawa, moga si abang bisa memegang amanah jaga sahabatku dan the kiddos…. Amin….

Tentang sahabat

Beberapa hari terakhir ini hidupku sangat berwarna. Berwarna dalam artian, disatu sisi merasa sangat bahagia menyambut rencana pernikahan (lagi) sahabatku yang namanya X. Sementara disisi lain juga amat sangat sedih dan berempati dengan sahabatku Y yang lagi dalam proses cerai dengan suaminya. Hiks….

Banana Bread a la mb Hesti’s Kitchen

babread with cherries.edit1

Aku termasuk pengunjung setia dapurnya mb Hesti’s Kitchen. Udah beberapa resep yang aku coba dan alhamdulilah hasilnya selalu pas mantab  sejak percobaan perdana 😉 . Beberapa resep tersebut, ada yang sempat didokumentasikan, tapi kebanyakan lewat begitu saja :0 . Rich and Moist Chocolate Banana Bread salah satu yang sering aku buat karena rasanya enak banget baget dan membuatnya pun ge pe er alias ga pake rempong. Pokoknya sejak mencicipi rasanya pertama kali langsung jadi favorit deh… Oya, perihal namanya yang ada unsur ‘Bread’ nya, sempat menuai protes salah seorang temanku. Katanya kok cake pisang disebut ‘Bread’… Sekenanya aja aku jawab mungkin karena tekstur cakenya yang agak berat sehingga si pencipta resep menamakan cake ini sebagai ‘Banana Bread”. Sepertinya temenku ini gak puas dengan jawabanku dan terus mengajak ‘diskusi’ soal nama…hahaha…sebenernya agak buang2 waktu sih sibuk ngajak debat sesuatu yang menurutku gak penting. Yang paling penting, cobain resepnya, modifikasi dari resep asli dan silahkan beri nama sesuka hati ya gak??  Asal jangan lupa cantumkan sumber resep aslinya aja ya kan…gitu aja kok rempong hihihi… But thanks anyway, berkat protes temenku tadi, aku jadi punya ide buat gantiin penggunaan tepung terigu yang protein sedang  menjadi protein tinggi. Hasilnya?? u la la….sukaaaaaa banget…agak kokoh tapi tetep moist….

Nih aku salin lagi resepnya dgn sedikit dimodif ya…bagi yang mau liat punya mb Hesti, tinggal klik aja link yang di atas….

Bahan

100 gr Butter

120 gr gula pasir

1 butir telur

5 buah pisang raja (aku pake yang udah bener2 mateng dan lembek) dilumatkan dengan pisau pastry

½ cup sour cream (kalo lg gak ada biasanya pake yogurt plain + perisa pisang)

½ sdt vanilla 

150 gr terigu (aku pake terigu protein tinggi

1 sdt baking soda

2 sdm coklat bubuk (aku pake valrhona)

1 cup chocolate chip (tergantung selera, kalo aku kadang2 ditambah kismis dan cooking chocolate yang diiris dadu)

Cara Membuat

Kocok butter, gula, telur, pisang, sour cream  dan vanilla sampe gula hancur dan tercampur rata. Masukan terigu , baking soda dan coklat bubuk yang telah diayak, diratakan cukup dengan spatula atau baloon whisk. Terakhir masukan chocolate chip. Masukan ke dalam loyang yang telah di semir margarin.

Nb. Oven dipanaskan dahulu ±175 derajat celcius pada saat mulai mengocok bahan. Setelah adonan jadi dan siap dimasukan ke oven, kecilkan api oven menjadi 135 derajat celcius dan dipanggang ±1 jam. Itu perlakuan untuk di ovenku loh ya…silahkan sesuaikan dengan oven masing2 😉

Selamat mencoba….buat chocolovers dijamin jatuh cintaaaaa….. 😉

Banana Bread.a

Teguran yang Indah dan Sempurna

Glek, liat kalender udah hampir pertengahan Desember aja. Padahal baru berasa kemaren beratnya bayar2 gaji, fiuhhh…udah di ujung tahun gini koq ya masih terasa berat aja ya….astagfirulahhhh kok manusia kayak aku ini kerjaannya ngeluh melulu ya, disentil lagi 1 desibel lebih tinggi dari yang barusan, dijamin aku gak bakalan masih ketawa-ketiwi lagi, hehehe….
Ceritanya di suatu sabtu pagi yang indah, jam enam teng aku dengan gaya khasku yang kayak ulet nangka, kutu loncat, bola bekel dan sejenisnya tiba2 harus bengong beberapa saat sebelum ngerasain sakitnya kakiku kepeletot di area garasi mobil. Cepet2 aku paksain bediri sambil berkata dalem hati ah palingan sakitnya cuma 10 menit doang, meringis2 bentar, sok2 jadi hipno terapis yang (juga) sok mensugesti supaya gak berasa sakit, dan sok2 jadi penghibur hati sendiri sambil nyanyi2 “smile dont cry” ala Sule and the opera gank….. wkwkwkwk….

Gimana gak dibela2in mengenakkan diri, daftar di To Do Today udah hampir 5 halaman Snote full….minimal setengah atau maunya tiga per empatnya harus terselesaikan hari ini….dimulai dengan ke Bandara pagi2 mau ngirim paket, gak bisa enggak, gak bisa telat, kalo telat yang bakalan nerima paket pasti berang dan gundah gulana, bakal mencak2 sehingga terjadilah gempa bumi berkekuatan dasyat dan potensi tsunami 17 meter…huhhh jadi ngelantur deh…. Intinya tugas pertama yg harus dilakukan ya harus ke Bandara….hufff sesungguhnya aku seballlll….
Tugas pertama sudah terlaksana dengan baik, iseng2 ngeliat nyut2an dikaki eh lho….kok kakiku yang kepeletot tadi udah ada telurnya ya…kapan2 kakiku dikawinin ama ayam jago…hualahhhh antara takjub, sakit dan berasa aneh….cepet2 aku jadi hipnoterapis wanna be, yuk kerjaan masih banyak, gak ada waktu bercengeng2 ria, gak ada tempat buat menye2…..lanjotttttttt…..
Akan tetapi saudara2, ternyata ilmu hipno wanna be, lagunya sule and the opera gank ‘smile dont cry’ gak mampu lagi nahan rasa nyut2an di kaki kiriku….mulai deh dalem ati aku menyesal kemaren2 gak nurutin saran sahabat tercinta buat ganti mobil yang lebih layak, seenggaknya yang bikin kaki kiri jadi lazy boy, ngebosy gak ada kerjaan… whoa…kaki ku yang kepeletot ini masih harus bertugas nginjak2 kopling…..sakitnya makkkkk….akhirnya aku putuskan ditahan2in sambil ngubah rencana untuk segera balik ke rumah, gak nahan sakitnya….sumpeyyyy….

Ternyata saudara2, begitu sampe rumah….si telur ayam tadi udah berubah jadi telur angsa….oh nooo…dan bergegas jadi telur burung onta…yessss…segera bbm beberapa teman minta direkomen tukang urut spesialis keseleo dan kepeletot….didapatlah satu nama yang lumayan termasyur yaitu Mang Hamzah…sekian puluh menit kemudian dengan di antar Nana sobatku aku sudah meluncur ke TKP, yang ternyata masih harus jalan kaki lumayan jauh krn rumahnya Mang Hamzah ada di gank kecil….hehehe…sampe sini masih bisa ketawa2 karena si Nana ada bakat ngelenong…gimana enggak, rumah tukang urut idealnya dipinggir jalan kali ya…dan berjalanlah aku dengan terseok2…

Pas diurut, kayaknya aku gak sempat lagi ketawa2 melainkan menikmati setiap usapan tangan Mang Hamzah di kakiku yang bagaikan apa aku gak nemu padanannya…huhuhu…sakittttttnya…tapi justru disini aku kayak tersadar, pecaya gak pecaya, sepertinya aku lagi disentil Yang Maha Kuasa nih… Gimana enggak, aku yang sehari2nya pengen serba cepat dan serba kilat, tiba2 harus berjalan tertatih2 sambil meringis nahan sakit….Keinget kemaren aku dengan gak sabarnya bilang ke Lia si asisten baru, soal gayanya yang lemah gemulai dan berasa sangat lambat saat aku minta diambilkan sesuatu….hhhh…aku bener2 berasa kena jewer nih….
Diam2 aku berusaha dengan tulus berucap alhamdulilah atas hadiah yang kualami sekarang. Bagaimanapun juga bagiku ini bentuk rasa sayangnya Allah kepadaku. So disepanjang jalan pulang yang alhamdulilah untuk menuju mobil aku dianter motor punyanya mang Hamzah, aku lebih banyak terdiam dan kadang2 tertawa garing, lebih2 setelah melihat display picture BBM salah satu temanku si Ayang yang isinya surat Annisa ayat ke 79 yang berbunyi : “ Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah dan apa saja bencana yang menimpamu maka itu dari (sebab dosa)mu sendiri”…..

Subhanallah, bagiku ini suatu teguran yang indah dan sempurna…

Lempah Nanas

Lempah Nanas

Foto ini udah gak baru lagi dan masak Lempah Kuning Nanas ini juga udah berkali2 dengan berbagai ikan yang berbeda2. Tapi tau sendiri deh, kalo udah ngerasa sok sibuk, belum ada yang bisa ngalahin aku….hehehehe…alhasil bahan yang mau diposting numpukkk puk puk…dan draft postingan di wordpress bejibun bun bun… hufff….

Oya  sebenernya untuk membuat masakan, aku terbiasa menggunakan takaran secukupnya atau kira2 untuk bumbu2 yang ada dengan membandingkan berapa banyak bahan utama yang tersedia (ikan, ayam, daging dll). Tapi disini aku coba pake konversi ukuran yang resmi ya…

Baiklah, mengingat sudah beberapa dari sahabat menanyakan resep Lempah Kuning Nanas ini dan setelah bertanya2 lebih dari belasan kali dengan para pemasak, penikmat yang semuanya warga asli Bangka, aku simpulkan bahwa resep otentik Lempah Kuning Nanas ini sbb….

Bahan :

½ Kg Ikan Kakap Merah (bisa diganti dengan ikan laut jenis apa aja)

± 400gr Nanas

Air Asam Jawa

Lengkuas digeprak

1 Liter Air

Gula, garam dan kaldu bubuk (bila suka)

Bahan yang dihaluskan :

35 gr Cabe Keriting

20 gr Cabe Rawit merah ( biasanya yg dihaluskan cukup ¼ bagian saja, sisanya dimasak utuh)

40 gr Bawang Merah

2gr Bawang Putih

30 gr Serai

20 gr Kunyit

20 gr Terasi

Cara Membuat :

Nanas digodok dengan air 1 liter sampai mendidih, masukan bumbu halus tanpa ditumis, garam, dula, lengkuas. Bila nanas sudah tampak matang, masukan ikan paling lama 10 menit (atau tergantung dari jenis ikan) terakhir masukan air asam jawa. Cicipi rasanya dan didihkan sekali lagi.

Untuk rasa Lempah kuning yang menurutku endang adalah perpaduan antara pedas, manis, asam, asin dan rasa terasi yang harmonis….hehehe…selamat mencoba *wink

Gulai Keladi Ikan Asin

IDFB#7

Prolog :
Kalau saudari bawa keladi
Bawakan juga si pucuk rebung
Kalau saudari bijak bestari
Gulai apa yang indah berseri?

(gulai keladi dong 😛 )

Ugh… IDFB #7 hampir terlewatkan lagi…. kalo gak ada yang bilang pengen gulai otak, wuihhh gak bakal inget deh…gitu liat tanggalan bahhhh! Udah tanggal 29 November aja….udah ujung bulan…kok gak berasa ya….apa karena dari awal ampe akhir bulan dalam keadaan bokek terus so jadinya gak berasa deh…. ^_^
Bicara soal masakan yang bersantan, sezuzurnya jarang banget ada dalam daftar menu sehari-hari di rumahku. Biasanya sih selalu menu a la Wilujeng Sumping (yang tentu aja) dengan porsi sayuran segar segerobak…hehehe
Tapi bukan berarti aku jadi amnesia lho terhadap kuliner yang masuk kategori gulai ini karena sesungguhnya keluarga besar mamaku adalah pencinta masakan yang bersantan… Nah, kalo ada acara kumpul2 dirumah yang pesertanya dari keluarga mama, udah pasti salah satu menunya ada gulai. Entah itu gulai Ikan Salai, gulai udang galah nanas, gulai kepala ikan campur terong de el el ….
Pada awalnya, untuk IDFB ini aku pengen masak Gulai Ikan Salai…itu loh sebutan laen dari ikan sale, ikan asep atau smoked fish (iya gak sih) namun apa daya, tidak kunjung mendapat kiriman Ikan Salai dari mamaku tercinta dengan alasan gak ada Ikan Baung… Sebab kata beliau no Baung no Salai, sama aja kayak italiano bilang no Mascarpone no Tiramisu…halah jadi ngelantur dweh…
Pilihan ke dua mau buat Gulai Udang Galah Nanas….udah kebayang aja nikmatnya nyedot kepala udang galah….setelah sekian lama hunting kepasar nyari di tempat langganan dan pesen sana-sini, si udang galah makin gede kepala, gak unjuk diri sama sekali… Lupakan deh si udang….*sigh
Pilihan ke tiga jangan dikira mau bikin gulai kepala ikan ya….sebab setelah kecewa dengan si udang kepala gede, justru akhirnya buat aku terlupa dan terlena nya Ike Nurjanah. Alhasil aku nyadarnya di tanggal 29 November jam setengah satu siang teng setelah ada yang teriak2 pengen gulai otakkkkkk….hoho…selalu berteman dengan deadline…..*hufff
Bingung kah aku harus masak apa? Oh tidak….inspirasinya gak jauh2 kok, dari radio kepunyaan tukang tetangga, yang lagi muterin lagu lawasnya Anggun C Sasmi : Tua2 Keladi…. Tuinggg….langsung inget ama Gulai Keladi yang dikasi ikan asin…. biarpun ikan asin gak kalah enaknya deh….
Cek semua bahan ternyata ada, buat bumbu halusnya dan bela2in numpang masak di rumah tante asisten RT yang masih pake tungku kayu….wuih serunya…hot kayak disauna, mata pedes, badan bau asep, tapi rasa si gulai hmmmmmmm…..ciyus sedappppp banget….gak pake miapahhh ya….hihihi…. yuk dicobain aja, ada resepnya ya di bawah ini…. 😉

the making of gulai keladi

Bahan
Keladi, disiangi dan di celor dalam air mendidih
Daun Kunyit
Santan
Ikan Asin tenggiri di rendam pake koran
Asem Kandis 1 butir

Bumbu dihaluskan
Bawang Merah
Bawang Putih
Kunyit
Cabe Merah atau rawit
Terasi

Cara Membuatnya
Tumis bumbu halus sampai harum, masukan keladi, santan dan beri sedikit air. Terakhir masukan ikan asin dan asam, kandis. Beri gula dan garam. Cicipi sampe ketemu rasa yang enak…

Epilog :
Kalau keladi sudah ditanam
Jangan lagi bambu di ulas
Kalau budi sudah ditanam
Jangan lagi meminta balas

Heheheh, yang ini jangan sampe ketinggalan ya….
idfbchallenge7