Pantai Tanjung Berikat Kabupaten Bangka Tengah

Koba adalah ibukota dari Kabupaten Bangka Tengah yang jaraknya kurang lebih 1 jam perjalanan dari ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Pangkalpinang. Seperti setiap kabupaten lainnya yang ada di provinsi ini, Kabupaten Bangka Tengah ini juga punya ‘koleksi’ pantai indah dengan pasir putih yang halus.  Salah satunya pantai yang mudah diakses karena berada dipinggir jalan dekat dengan Tugu Selamat Datang Kabupaten Bangka Tengah yaitu pantai Arung Dalam.

???????????????????????????????

Pada awal bulan Juli ini dalam rangka pekerjaanku yang lokasinya di Kabupaten Bangka Tengah, aku berkunjung ke Kota Koba. Kebetulan si Aling sobatku yang sehari2nya ada di Jakarta sedang pulang ke rumah orang tuanya di  Desa Trubus Bangka Tengah.  Setelah urusan kerjaanku beres sekitar jam 2 siang, kita udah janjian sebelumnya mau liat pantai yang katanya bagus dan masih alami banget di daerah Tanjung Berikat.

Lama perjalanan dari kota Koba ke Tanjung Berikat ditempuh kurang lebih 1 jam disebabkan oleh keadaan jalan yang jelek dan banyak lubangnya. Selama perjalanan sempat agak2 nyesel juga mutusin mau ke pantai Tanjung Berikat ini, secara energi rasanya udah terkuras ama pekerjaan dari tadi pagi ampe siang *huff. Mana cuaca mendung dan hujan kecil terus turun, jadinya sepanjang jalan tidur aja deh. Kekecewaanku semakin bertambah waktu aku dibangunin si Aling, katanya kita udah sampe di kawasan Tanjung Berikat. Gimana enggak, setelah 1 jam badan kena grudukan jalan yang jelek, eh di depan mata cuma pemandangan yg biasaaaaaa bangetttt… di penghabisan aspal terpampang pantai dengan sampah2 kayu2 dan bercampur dengan sampah2 plastik serta keadaan semak belukar yang bergulung2! Kalo yang ginian sih di Pangkalpinang  juga juga banyak rutukku dalem ati… mana ada satu rumah nelayan yg kesannya kumuh disana hmmmm nyeselll….

Papan 1-tile - Copy

Selang berjalan selama 7 menit dengan sedikit mendaki, tibalah pandangan mata kami ke hamparan sabana (bener gak nih pake istilah ‘sabana’, cmiiw ya fren) ilalang yang sebagian ada yang sudah menguning akibat pembakaran atau apa dan sebagian lagi masih hijau segar. Yang uniknya disini, di hamparan sabana itu terdapat gundukan batu2 alam gede khasnya pantai2 yang ada di Bangka dan Belitung. Sekarang pemandangannya udah berubah, gak keliatan lagi rumah nelayan kumuh dan pantai yang penuh sampah.

mdaki1

mdaki2

Dan perjalanan menurun pun dimulai dengan pemandangan laut yang sekali2 mengintip dari balik pohon cemara dan semakin lama pemandangannya semakin bikin penasaran… Suasana hatikupun semakin berubah, cemberut udh berganti senyum hehehehe….. Subhanallah, pemandangannya indahhhhhh banget… dari ujung ke ujung ada bukit batu yang disela2nya tumbuh pepohonan yang menjulang. Suasananya sepi, pantainya bersih. Ada beberapa perahu nelayan yang terdampar di pasir pantai dan ada juga yang ditambatkan di bibir pantai membuat suasananya tambah indah.

???????????????????????????????

???????????????????????????????

berikat2

???????????????????????????????

berikat4

berikat5

Nelayan Gabung

Hampir satu jam menghabiskan waktu disana berjalan dari ujung ke ujung, ngobrol2 dengan sepasang nelayan yang kutemui disana,  aku dan Aling pun bergegas pulang menuju Kota Koba lagi. Udara yang sejuk ditambah kena gerimis kecil bikin perut terasa keroncongan lagi. Kamipun berencana untuk makan Mie Koba di restoran yang ada di tengah2 kota. Oya dijalan gak jauh dari Pantai Tanjung Berikat tadi  aku ngeliat ada Dermaga kayu. Brenti bentar buat ngambil  foto2 sebelum melanjutkan perjalanan pulang ke Kota.

Dermaga Kayu1

Perjalanan pulang jauh lebih menyenangkan daripada perjalanan pergi tadi. Disepanjang jalan aku dan Aling sibuk bercerita dan berdiskusi tentang isu perencanaan pengembangan  kawasan Tanjung Berikat. Yah, yang utama dan terpenting tetap sarana dan prasarana jalan serta penerangan ya. Ayo dong Satuan Kerja Vertikal yang udah survey jalan dan jembatan sampai ke kawasan Tanjung Berikat, segera realisasikan pelaksanaan di anggaran tahun depan ya hehehe…

Gak berasa aja, kami berdua sampai juga ke Warung Mie Koba Iskandar. Oya Mie Koba adalah salah satu makanan khas yang berupa mie yang diberi taoge lalu disiram memakai kuah dari ikan. Sebenernya makanan jenis ini banyak dijual di Pangkalpinang maupun di Kabupaten lain. Tapi namanya disebut “Mie Kua’ Ikan” aja. Kenapa untuk Mie Koba ada sebutan tersendiri? Bedanya terletak pada jenis mie yang dipakai. Kalo Mie Kua’ Ikan, mienya boleh mie apa aja termasuk mie instan atau mie telor instan pun bisa. Tapi kalo Mie Koba, mie yang dipakai adalah mie fresh yang baru dimasak pada saat kita memesannya. Warung Mie Koba Iskandar terdapat di beberapa kota yang ada di Pulau Bangka. Selain yang ada di Kota Koba sendiri, salah satu cabangnya ada di Pangkalpinang.

???????????????????????????????

???????????????????????????????

Selesai dari makan Mie Koba, rupanya aku dan Aling masih menyisakan sedikit ruang untuk makanan penutupnya. Lalu kami mengunjungi warung tradisional yang berada di depan Warung Mie Koba Iskandar. Disana dijual aneka gorengan sederhana misalnya pisang, ubi jalar dan tape. Tapi ada juga satu penganan istimewa yang dipilih Aling sore itu. Disebut istimewa karena sebutan buat gorengan tersebut adalah “Taik Kebo” hahahahahaha…sadis ya… Kalo di Palembang penganan tersebut biasa di sebut Kumbu Kacang Ijo. Mungkin kalo di daerah lain pasti beda juga. Alhasil sore itupun kami sempurnakan dengan segelas hangat Ta Fu Sui (susu kacang kedelai), pisang, ubi jalar dan tape goreng serta tak lupa si Taik Kebo…

???????????????????????????????

Dan kamipun berbegas pulang ke Pangkalpinang sambil menyempatkan diri menikmati pra Sunset di pantai Arung Dalam… Alhamdulilah, sungguh hari yang penuh warna…

???????????????????????????????

Pangsit Ikan

pangsit ikan isi udang1

Bosen ama tekwan? Yuk cobain bikin Pangsit Ikan ini, sedikit lebih ribet sih…tapi sesuai kok ama sensasinya yang pas digigit ada isinya hmmm…  Dulu waktu aku masih kecil, setiap kali mamaku buat Pangsit Ikan aku paling jarang dimintai bantuan misalnya nyiapin minyak, garam, air dll. Bukan apa2, setiap kali Pangsit Ikan yang udah mateng pasti nasibnya akan berakhir tragis, yaitu bolong ditengah gara2 satu persatu isinya aku comot dan pinggirannya aku sisain. Alhasil pernah suatu kali dari seluruh Pangsit Ikan yang dibuat, gak ada satupun yang utuh lagi hahahaha….

Ini disebut pangsit ikan mungkin karena bentuknya dan ada isiannya, sementara kulitnya bukan dari adonan pangsit seperti kebanyakan, melainkan dari adonan pempek. Isinya bisa apa aja. Kalo dirumahku biasanya kalo gak ayam ya udang yang dicincang atau campuran keduanya. Kalo pas ada benkuang atau jamur kuping sisa tekwan, bisa juga dicampurkan sebagai isi dan jug sering dikasi sedikit irisan daun kucai.  Oya, untuk kuahnya agak sedikit beda ama tekwan. Air yang bekas merebus pangsit ikan tinggal ditambahi garam dan diberi bawang putih cincang yang udah digoreng sebelumnya, dikasi seledri dan sambel, jadi deh…. tapi rasanya gak kalah lo ama tekwan…

Pangsit Ikan

1 resep pempek

Cara Membuat :

Panaskan air dalam panci. Liat step by step cara pembuatan.

 step by step pangsit ikan

Bahan isi :

(semua dicampur jadi satu )125 gr Ayam atau Udang cincang (aku cuma pake udang aja)

Bengkuang, jamur, kucai dipotong kecil2 (gak pake karena gak ada di kulkas)

2 siung bawang putih cincang halus

Garam dan gula secukupnya

½ sdt minyak ikan atau minyak wijen

Cara Membuat :

Campurkan bahan jadi satu, cicipi rasanya.

Kuah :

Air bekas merebus pangsit

3 Siung bawang putih cincang halus digoreng dengan sedikit minyak sampai garing, sisihkan

Pelengkap

Lada halus

Seledri

Bawang goreng

Soun bila suka

Sambal

Penyelesaian

Taruh beberapa pangsit ikan dalam mangkuk, beri kuah secukupnya, beri sesendok bawang putih goreng dan beri pelengkap. Siap dinikmati.

isi pangsit ikan - Copy

Pempek Kapal Selam

Kapal Selem Goreng

Beberapa teman sampai dengan saat ini masih sering bertanya resep dan cara membuat pempek. Sebenernya udah banyak resep diluaran sana yang akurat baik dari komposisi bahan maupun cara pembuatan. Sebut aja misal resep pempek NCC-nya bu Fat, Ny. Liem maupun bu Sisca. Dari testimoni yang udah ujicoba ke-3 resep tersebut selalu bilang enak. Tinggal mana yang lebih sreg di lidah.

Aku sendiri sejujurnya belom sempat nyobain resep pempek siapa-siapa kecuali resep yang biasa digunakan keluargaku. Dari yang semula sistem ukurannya masih pake panci atau bekas rantang jelek punya mama yang dapet warisan dari nenek :s dan sekarang udah aku rubah ukuranya jadi satuan yang lebih mengikuti peradaban manusia modern yaitu, gram. Yah lumayanlah udah ada patokan resmi yang jadi standar acuan adik2ku maupun temen2 yang cocok ama resep ini 😉 Dan satu lagi, resep pempek andalan keluargaku ini sama sekali gak pake vetsin, kaldu bubuk atau ditambahi dengan bawang putih halus kecuali kalo memang buat pempek yang berbumbu seperti Pempek Adaan dan Pempek Kulit.

Kalo menurut aku, buat pempek itu mirip prinsipnya ama buat Cookies. Setelah dapet feelnya, biasanya kita udah bisa ngatur sendiri komposisi bahan-bahannya mau bikin pempek atau cookies yang gimana asalkan kita juga udah tau banget konsekuensi dari dari pengaturan komposisi bahan-bahan tersebut. Lah kok jadi ribet gini bahasanya ya…hehehe…

Maksudnya gini, kita pasti tau standar pempek yang enak itu kriterianya antara lain ikannya berasa tapi gak amis, gak benyek tapi gak alot, gurih dan asinnya pas, tampilannya pun harus putih mulusss…. Tapi bagi kita yang lidahnya tiap hari harus kena pempek, makan pempek dengan kriteria enak yang standar itu kayaknya kok malah biasa aja…justru yang dicari kadang2 yang tekturnya agak alot, warnanya gak putih karena bukan pake ikan tenggiri dan bentuknya kadang2 yang sembarangan aja dan parahnya ada aroma lain akibat penggunaan filet ikan yang kurang segar, justru menambah sensasi rasa tersendiri kalo udah sambil ngirup cuko….hufff…

Jadi kalo pengen bikin pempek yang putih bersih mulus, pake ikannya tenggiri yang dagingnya berwarna putih atau bisa juga pake ikan gabus atau malah ikan belida… Untuk resep yang nantinya bakal aku sharing, hasil pempeknya nanti gak alot walopun udah dingin tapi juga gak lembut kayak cake. Tiap gigitannya garing2 gimana gitu, susye buat dijelasin 😉 Nah trus kalo mau buat lebih lembut atau lebih alot tinggal mainkan aja komposisi cairan dan juga tepung serta garamnya loh ya…

Hari ini aku niatin buat posting gimana cara membuat pempek yang isinya ada telor utuh alias pempek kapal selem. Semoga gambar step by step yang aku tampilkan bisa sedikit membantu bagi temen2 yang masih penasaran gimana cara bikinnya.

Pempek Kapal Selam

Bahan

 250 gr fillet ikan

150 ml air

25 ml minyak sayur

1/2  sdm garam

200 gr sagu

Sagu secukupnya untuk di tangan dan taburan

Cara Membuat

  1. Panaskan air ¾ dalam sebuah panci ukuran sedang. Sementara itu masukan semua bahan ke dalam food processor (aku gak merekomendasikan masukan ke blender atau di mikser kecuali kalo ikannya udh dalam bentuk paste halus). Proses sampai tercampur rata dan struktur adonan mengikat, kental dan agak2 kayak permen karet gitu… kalo adonannya udh tercampur rata tapi belum jadi adonan yang menggumpal, nanti hasil pempeknya gak garing (gambar 1 – 6)
  2. Setelah didapat konsitensi adonan yang dimaksud, pindahkan adonan kedalam wadah atau baskom yang lebih besar, masukan tepung kanji/tapioka/sagu dan diuleni dengan sendok kayu sampai tercampur rata (gambar 7 – 8)
  3.  Lumuri tangan dan area kerja dengan  sagu. Adonan tadi siap dibentuk sesuai selera. Berhubung hari ini aku buat pempek Kapal selam, jadi seluruh adonan aku bulatkan dan ditimbang masing2 seberat 125gr (gambar 9 – 10)
  4.  Bentuk seperti buah pear atau tear drop. Bagian yang lebih besar dilubangi sampai didapat cerukan yang bisa memuat telor, jaga jangan sampai kulitnyanya berlubang. Sementara siapkan telor yang akan dimasukan, dari satu butir telor utuh kurangi putih telur separuhnya tuangkan kedalam adonan yang sudah dibentuk tadi, jepit atasnya dengan jari sampai tertutup rapat dan segera masukan ke dalam air yang telah mendidih. Diamkan 1 menit lalu aduk supaya tidak lengket di dasar panci (gambar 11 -17)
  5.  Biarkan agak lama dalam panci tertutup sampai volume pempek membengkak dan sudah lama mengapung dipermukaan air mendidih. Angkat dan tiriskan (gambar 18)

step by step pempek

Tips :

  • Penggunaan cairan 125 air + 50 ml minyak sayur di atas karena kondisi ikan yg masih sangat segar dikerok dan digiling sendiri sehingga daging ikan giling dalam keadaan kering/tidak berair. Jika daging ikan dalam keadaan lembek dan berair, cairan bisa dikurangi sekitar 50 ml.
  • Selalu lumuri tangan dengan sagu dupaya adonan pempek yang akan dibentuk tidak lengket.
  • Jangan membentuk pempek kapal selam dekat dengan panci untuk merebus pempek, karena uap airnya bisa melembutkan adonan dan akibatnya adonan pempek kapal selam yang sudah terbentuk jadi bocor.
  • Untuk memudahkan memasukan telor, sebaiknya siapkan telor yang udah dikurangi bagian putinya kedalam tempat2 tersendiri supaya bisa langsung dituangkan ke adonan.
  • Sebaiknya tiap kali membentuk adonan kapal selam, langsung diisi  dengan telor dan segera masukan ke panci air mendidih.
  • Jangan membuat adonan bentuk kapal selam dalam jumlah yang banyak dan kemudian baru diisi dengan telor karena adonan yang didiamkan sekian lama dapat mengeras sehingga mudah pecah atau bocor pada saat diisi dengan telor.

Cuko

Bahan :

250 gr Gula Batok, di sisir atau dipotong kecil-kecil

20 gr asam jawa

50 – 100 gr cabe rawit

50 gr bawang putih

1 Liter air

Garam, gula pasir secukupnya

Cara Membuat

Masak air, gula batok dan asam jawa sampai mendidih, angkat lalu saring sebanyak 2x untuk membuang kotoran yang biasanya ada di gula batok. Didihkan lagi.

Blender rawit dan bawang putih, boleh agak kasar dan boleh halus sekali, masukan dalam panci yang berisi  air gula batok. Beri garam dan gula pasir secukupnya cicipi hingga rasanya pas. Didihkan sekali lagi lalu angkat. Apabila kurang asem, bisa ditambahkan cuka masak.

Pindang Udang

pindang udang

Pada dasarnya udang udah enak dari sononya. Mau digoreng gitu aja, mau direbus cuma pake garem dikit, tetep aja dijamin nikmat. Mungkin perumpamaannya gini ya, kalo di Hutan, Raja Hutan namanya Singa, nah kalo di Sungai, Raja sungai ya si Udang Galah ini….hihihi…
Aku termasuk salah satu pencinta berat Udang, dan diantara seluruh kerabat Crustacea ini favoritku dari dulu sampe sekarang tetep si Udang Galah. Rasanya menurutku lebih manis aja dari jenis udang yang lain termasuk lobster, apalagi bagian kepalanya, wow banget deh pokoknya. Pernah aja dahulu kala pas ultah yang ke 15, aku dapet hadiah istimewa dari papaku, udang galah satu baskom besar!!! Hmmm…bener-bener kado yang gak akan pernah aku lupakan…hehehe….
Pindang, salah satu masakan berkuah khas Palembang yang mudah banget buatnya. Bumbunya pun bisa asal geprek atau malah diiris2 aja. Pasangan yang pas buat nikmatin si pindang kalo menurut aku lalapan ama sambel kweni….hmmmm….kalo gak pecaya cobain yuk….
 
Pindang Udang
 
 
Bahan
1500ml air
1 Kg Udang Galah, buang kotoran dikepalanya
1 buah nanas setengah matang, kurleb 200gr
5 Siung Bawang Putih
8 Siung Bawang Merah
6 buah cabe keriting (sesuai selera)
5 cm Kunyit
3 cm Jahe
1 buah serai
1 buah lengkuas
5 lembar daun salam
15 gr terasi bakar
Garam, gula, kecap manis, kecap asin sesuai selera
Asam jawa secukupnya (kalo nanasnya gak asem)
Daun Bawang secukupnya
 
 
Cara Membuat :
  1. Didihkan air, masukan nanas yang sudah dipotong2, didihkan sekali lagi.
  2. Bumbu digiling kasar atau diiris atau digeprek aja, masukan ke panci disertai dengan udangnya.
  3.  Masak hingga udang berubah warna dan matang. Kalo udangnya besar, masaknya kurang lebih 20 menit dengan api sedang dan panci ditutup.
  4.  Cicipi rasanya, sampe didapet rasa yang seimbang antara pedes-asem-asin dan manis.
  5.   Sesaat sebelum diangkat masukan daun bawang.
  6.  Siap dinikmati 😉

Puding Lumut Lavender

???????????????????????????????

Gara2 ngeliat gambar iklan obat semprot anti nyamuk di majalah yang pake bunga Lavender, akhirnya puding ini aku namakan Puding Lumut Lavender.  Tapi dijamin seratus persen rasanya beda loh ama produk yang diiklankan itu, hihihi ngawur aja.

Ceritanya aku niat buat Purple Ombre Cake buat ultah adikku tanggal 31 Mei kemaren. Eh ternyata si BD girl udah dapet empat Bdcake dari temen2nya, ya akhirnya gak jadi buat deh si ombre. Alhasil ada 5 layer cake dengan gradasi warna ungu  nongkrong dengan manisnya di kulkas. Untung aja sizenya cuma cake diameter 18 cm doang.

Dari awal mamaku udah ngusulin kalo sebagian cakenya dijadiin puding lumut ala mamaku, itu loh puding yang dibuat dari sponge cake biasa yg diwarnain apa aja (bisa juga warna-warni renbo) trus cakenya di kerat2 pake garpu kecil trus disiram ama larutan agar2 bening.

Kebeneran aku dapet orderan TCCCnya Teh Uceu dari temenku si Fadilla yang ternyata pesen cake nya buat ultah dirinya sendiri , hahaha…untung deh taunya sebelum cake diambil. Alhasil buru2 aku buatin puding ini sebagai hadiah ultah untuk si Fadilla…. tapi sayangnya belom sempat difoto lapisannya pudingnya keburu habis….

Komposisi resepnya aku ambil dari Rainbow Pudding nya mb Ricke. Bedanya kalo mb Ricke perlayer 150ml adonan pudding, kalo aku 200ml yang jadinya 4 lapis puding susu dan 4 lapis puding lumutnya.

Berikut aku salin lagi ya resepnya….

 

Puding Lumut Lavender

 

Bahan Pudding Bening

1 bungkus agar2 plain

1 Liter air

135 gr gula (aku Cuma pakai 125 gr, karena cakenya sdh cukup manis)

2 lembar pandan (aku gak pake)

 

Bahan Pudding Susu

1 bungkus agar2 plain

1 liter susu ( aku buat dari 100 gr susu bubuk full cream + 900 ml air)

135 gr gula pasir (aku buat jadi 150 gr)

1 sdt vanilla (aku pake ½ sdt vanila susu)

Sejumput garam (tambahan aku)

 

2 buah cake diameter 18 cm, tinggi 3 cm (aku pakai pewarna  ungu yang beraroma blueberry), dikerat2 dengan garpu kecil dengan bentuk yang tidak beraturan, bagi menjadi 4 bagian untuk 4 lapis.

 

Cara Membuat :

  1. Masak puding bening dan puding susu bersamaan dalam panci terpisah hingga mendidih, kemudian kecilkan api hinga yang paling kecil.
  2.  Siapkan loyang cetakan puding, basahi dengan air matang.
  3. Letakan 1 bagian cake, siram perlahan dengan 200 ml adonan puding bening. Diamkan Puding sampai membentuk lapisan kulit di atasnya, tapi puding belum kaku. Siram perlahan-lahan dengan adonan susu 200ml, kalo perlu pakai sendok ya biar lapisan puding gak jebol.
  4. Lakukan hal sama hingga lapisan ke 4 baik adonan cake maupun adonan susu. Bekukan.

4.      

Lapis Legit Rainbow

4 - Copy

 

Sebenernya aku bukan tipe penyuka kue2 yang berwarna warni. Dulu kira2 bulan Juni tahun 2011 kalo gak salah , sempet buatin Rainbow Birthday Cake-nya Martha Stewart buat si Valy anaknya temen. Itu aja hebohnya udah ruarrrr biasa…maklum kota kecil hehehe…setelah Rainbow Cake bener2 booming, malah hampir gak pernah bikin deh kecuali ada yang maksain banget

Karna sekarang lagi penasaran berat ama kue yang berlapis, dan tiba2 keinget ama Lapis Legit Rainbownya kak Rima yang cantik banget jadinya buat deh pake resep beliau. Ini resepnya aku Indonesiakan yah  😉

Lapis Legit Rainbow

Bahan A

12 butir telur (kira2 700gr)

450 gr gula kastor

18 gr Emulsifier

½ Vanila cair (aku gak pake)

½ Vanila susu

Bahan B

325 gr terigu protein rendah

½ Bumbu spekuk

Bahan C

400gr Margarine

300gr Butter (aku pake 225gr butter sisanya margarine)

Prunes, dan 6 pewarna

Cara Membuat

Panaskan oven 170 dc, siapkan loyang 20×20 cm, alasi dengan baking paper. Sisihkan.

Kocok bahan C sampai lembut dan putih. Kocok bahan A sampai mengembang dan putih, tambahkan bahan B, kocok sampai tercampur rata.

Tambahkan bahan C, aduk rata. Timbang adonan, bagi menjadi 13 bagian dimana 7 bagian  diberi bumbu spekuk dan tidak diberi pewarna. Untuk 6 bagian lainnya diberi pewarna masing2 merah, oranye, kuning, hijau, ungu dan biru.

Ketentuan melapisnya sbb : plain-ungu-plain-biru-plain-hijau-plain-kuning-plain-oranye-plain-merah atau disesuaikan saja dengan selera masing2.

Panggang selapis2 dengan api atas kurleb 12 menit.

2 - Copy

Note :

Lapisan kue ku masih terlalu tebal, mungkin karena telur yang dipakai terlalu besar. Lain kali kalo bubat lagi, disiasaati dengan loyang yg lebih besar atau dengan memakai telur yang lebih kecil.

Memang belum serapi buatan kak Rima ya…tapi Alhamdulilah ya udah ada 3 orang yang pesen, sekalian buat latihan hehehe….

Lapis Legit 40 Telur

Lapis Legit

Ssst…jangan langsung terkecoh dengan penampilan akhirnya yang lumayan keliatan rapi ya… sbenernya kisah dibaliknya gak mulus2 amat hihihi…

Buat Lapis Legit ini terus terang aja karena terinspirasi oleh tantangan IDFB Ch#10 dan sekalian pemanasan lah buat bikin kue2 lapis cantik berikutnya….  

Resepnya aku dapet dari mamaku, katanya pertama kali dapet dulu dari temennya yang sempat kursus di Ny. Liem Bandung. Tapi udah dimodifikasi sendiri sesuai dengan kebutuhan.

Menurutku resep ini terbilang relatif mudah untuk dipraktekkan, kemungkinan gagalnya lebih kecil dari pada Lapis Susu Cantik Manis karena yang digunakan hanya kuning telurnya aja. Cuma yang harus diperhatikan adalah tips dan triks pada saat melapis dan memanggang. Yuk coba dibuat, rada ribeut sih emang…tapi begitu liat hasilnya…terbayarlah sudah keribetan itu hehehe…

 

Lapis Legit 40 Telur

 

Bahan I

40 butir kuning telur

300 gr gula tepung

½ sdt vanili (aku pake vanila susu)

 

 Bahan II

200 gr butter (aku pake 300 gr)

500 gr margarin (disesuaikan jadi 400gr)

175 ml susu kental manis (aku pake 5 sachet yg krimer)

1 sdt bumbu spekuk (kurang suka, jd di skip)

 

Bahan III

100 gr terigu protein rendah (aku pake 70 gr terigu, 30gr susu bubuk)

 

Bahan IV

50gr margarin

50gr butter

 

Cara Membuat

 Alasi loyang ukuran 20×20 dengan baking paper. Panaskan oven dengan api atas 170 dc.

Kocok bahan II hingga mengembang dan putih

Kocok bahan I hingga mengembang dan kental, masukan bahan II sambila terus dikocok hingga rata.

Bahan IV dikocok dengan garpu saja sampai putih dan lembut. Ini digunakan untuk mengoles tiap lapisan agar kue lebih lembab.

Tambahkan bahan III, aduk balik dengan spatula atau dengan balloon whisk.

Panggang selapis2 kurleb 10 menit.

Mix - Copy

Tips dan Triks

  • Aturan utamanya kenali dulu oven masing2 ya, kalo aku udh pas di angka 170 derajat celcius.
  • Proses pengocokan adonannya gak terlalu ribet, pecaya deh (gbr A).
  • Peralatan wajib yang aku gunakan adalah, timbangan digital berikut alas anti panas di atasnya, kalo gak ada timbangan digital, bisa pake sendok ukur saja. Dan jangan lupa alat penekan lapis legit ya (gbr B).

  • Tebal tipisnya lapisan mempengaruhi lama waktu memanggang, kalo aku kemaren untuk lapisan awal 12 menitan dan lebih (kelupaan krn sambil bbm-an) makanya dari warna nya sih tetep cantik, tapi pinggiran kue sudah merekah kering (gbr C)
  • Tiap lapis aku timbang 60gr, dan menurut mamaku hasil lapisannya masih sangat tebal. Nanti2 mau coba 50gr atau bahkan 40gr di tiap lapisnya (gbr D).
  • Usahain (wajib sih) tiap lapisnya warna tetep cantik tapi pinggiran kuenya belum kering ya… (gbr E) gimana caranya? Ya dengan ngatur suhu dan waktu pemanggangan. Untuk lapisan2 terakhir waktu panggangnya kurang dari 10 menit disertai dengan beberapa kali membolak balik loyang. Soalnya walopun ovenku termasuk tipe oven convection, tapi tetep aja panasnya gak rata…jadi untuk hasil yang lebih oke, servis dulu ovennya… nah kenapa aku gak nyervis dulu oven karena hrs dikirim ke Jakarta…ribet ah…eh malah curhat…
  • Ini hasil akhir setelah keluar dari loyang, udah dirapikan pinggir2annya dan lupa difoto penampakan aslinya. Aku termasuk yang gak sabaran nunggu kue sampe dingin bener, kayaknya kalo dikeluarkan pada saat udh dingin akan lebih bagus deh (gbr F)
  • Tuh liat 5 lapisan pertama yang terlalu kering, jadinya gak cantik kan? (gbr G) untuk pembuatan seluruh kue ini, aku selalu menggunakan api atas termasuk untuk lapisan pertama.

  • Hati2 ya untuk lapisan terakhir, jangan sampe warnanya belang2 dan terlalu gosong maupun terlalu pucat. Oya demi kepentingan fotografi, 5 lapisan yang kurang cantik tadi aku pangkas saja hehehe…yang penting rahasianya udh aku ceritain disini kan…. (gbr H).

Gak (terlalu) ribeut kan buatnya? Ayo silahkan buat yang belom berani coba, aku aja yang super pemalas ini kayaknya gak gagal2 amat kok hasilnya hihihi… oya kalo ada masukan dan koreksi, monggo aja ya temen2…bakal diterima dengan senang hati…soalnya aku punya cita2 pengen bisa bikin Lapis Legit yang cetar membahenol kayak mb Syahrono hihihihi….

Lapis Susu Cantik Manis Khas Bangka

Lapis Susu Cantik Manis

Seperti biasa, IDFB Challenge selalu menawarkan tantangan yang seru dan tidak terduga! Awalnya sempat pesimis bakal bisa ikutan tantangan kali ini, secara kerjaan lagi lucu2nya. Tapi ternyata aku sangat antusias, sampe ada kegiatan warming up alias pemanasan buat kue2 yang dilapis gitu…

Dimulai dari buat Lapis Legit resepnya Ny. Liem yang pake 40 kuning telur, aku buat setengah resep aja, hasilnya yah menurutku lumayanlah buat aku yang kurang telaten ini walopun di awal2 lapisan sempet yang terlalu mateng dan kering… Trus sempet juga nyobain resep Lapis Legit Rainbow yang resep cake-nya dari cake biasa gitu… ntar postingannya doakan gak lama setelah yang ini naik tayang dulu ya…

Untuk tantangan kali ini, tetep aja seputar daerah yang bagaikan tanah air kedua buat aku, Bangka. Kayak yang sering aku bilang, tinggal di Pulau Bangka ini sangat menyenangkan buat kaum omnivora sejati. Gak susah nemuin makanan yang enak2 dan unik2.

Kembali ke tantangan kita kali ini, tentu saja gak bingung2 aku udah nentuin dari awal kalo mau buat Lapis Susu Cantik Manis. Ada sedikit cerita lucu dari mamaku tentang si Lapis Susu ini dulu waktu kita sekeluarga pernah tinggal di Bangka. Dulu awalnya setiap kali bersilaturahmi ke tetangga baik pada saat Lebaran, Imlekan atau Natalan, mamaku selalu memuji kelezatan rasa Lapis Legit yang di suguhkan tuan rumah. Tapi si tuan rumah selalu ngotot bahwa itu bukan ‘Lapis Legit’, kalo lapis legit itu kuenya orang Jakarta….hahaha… nah kalo yang ini namanya Lapis Susu, kue lapisnya orang Bangka…hehehe iya deh…

Resep Lapis Susu otentik khas Bangka ini didapat mamaku dari Nek Acit, guru ngajiku yang memang penerima pesanan Lapis Susu. Atas kebaikan hati Nek Acit, mamaku dikasi resep dan diperkenankan ikut di beberapa sesi pembuatan si Lapis Susu. Cerita mamaku, prosesnya masih tradisional sekali, dari mulai proses pengucokan adonan yang pake kocokan manual sampe ke proses pemanggangan yang masih pake bara api. Alasan nek Acit gak mau pake Mixer katanya takut “dak resep” yang artinya gak yakin. Nek Acit udah lama almarhum, tapi semoga apa yang diajarkan baik itu ngaji dan buat Lapis Susu bisa jadi amal jariyahnya beliau. Amin. Oya ini resepnya yang ada di kitab pusaka masakan mama, yang sekarang sudah diperebutkan oleh 3 anak perempuannya…hehehe…

buku aresep mims

Setelah liat resepnya,  terdapat sedikit perbedaan dalam penggunaan jenis  telur. Kebanyakan kue2 khas Palembang, bahan baku utama yang digunakan adalah telur bebek. Namun di kebanyakan kue2 khas Bangka, telur yang digunakan adalah telur ayam kampung. Whew, sempat bingung juga, telor ayam kampung kan relatif kecil, apa cukup penggunaan 20 kuning telur untuk satu loyang kue… tapi setelah diyakinkan oleh mamaku, itu diliat langsung sewaktu nek Acit buat, yakin deh. Dan ternyata dugaanku salah, banyak diantara kuning telur ayam kampung tersebut yang ternyata sama bahkan lebih besar dari telur ayam negeri.

cantik manis

Oya, sebenernya untuk challenge kali ini aku bela2in buat dua kali si Lapis Susu. Yang pertama full 1 resep, hasilnya kurang memuaskan, di lapisannya terutama yang terakhir ada endapan kayak kue bantet akibat putih telurnya yang udah cair duluan akibat nunggu proses pelapisan. Rasanya sih tetep enak ya.

7

Untuk percobaan yang kedua, aq pake setengah resep, itupun proses pembuatannya aku bagi lagi jadi dua sesi. Hasilnya memang gak ada yang mengendap, tapi kok pinggir2nya kayak kurang tekan gitu ya…. tapi mo nyobain lagi kayaknya nanti2 aja deh, udah timbul lagi malesnya. Yang penting hasrat ikutan challenge kali ini kesampean, gak telat lagi 😛

6

Udah mateng nih, gak sabaran nunggu ampe dingin bener, yuk maree nikmatin Lapis Susu Khas Bangka, ditambah bintik2 coklat, jadilah dia Lapis Susu Si Cantik Manis….

Cantik Manis 1a

Cantik Manis3a

Dan tak lupa, gak sah kalo gak pake ini… 😀

399775_508973512498371_2072897935_n

Cooking Class @ Ten Ten Resto Plaza Indonesia

Ten01

Sejujurnya, gak banyak yang bisa aku ceritain tentang Cooking Class di Restoran Ten Ten Plaza Indonesia. Bukan karena acaranya yang gak menarik, tapi karena akunya yang datang ke acara super telat. Gimana gak, aku dateng pas acara utamanya udah selesai dan langsung disodori menu untuk makan siang, hiks malunyaaaaa….

Bukan bermaksud untuk dateng telat, tapi pesawatnya yang pake acara delay segala…padahal udah ambil penerbangan yang paling pagi, 06.45 dari Pangkalpinang dengan jarak tempuh yang hanya 50 menit….tapi apa daya, jadwal take off delayed 1jam lebih 15 menit.

Well balik ke acara, syukurnya aku langsung ketemu dan disambut hangat oleh mb Andri Anne, lumayan hilang sedikit rasa malu dan kikuk udah datang telat hehehe…

So yang bisa aku ceritain disini adalah, makanannya enak2 lho. Bukan karena gratis (lagian aku juga lagi gak laper kok qqqqqq), tapi emang beneran enak dibandingkan itu tuh resto sejenis yang biasanya sering aku kunjungi kalo lagi ke Jakarta… 😉 Sempet nyobain Tempura Omurice yang lupa hasil dari kelompoknya siapa…

Ten02

Alhasil, 1 porsi Tenbara Donburi dan segelas Ocha dingin sukses ludes di hadapanku… (halah, barusan juga bilang gak laper…) oya Dessertnya enak banget terutama Cookies & Cheese Cup…hmmm….

Ten03Ten04Ten05

Oya next time udah diniatin kalo ke Jakarta mau nyobain menu-menu lain (yang gak kalah enak) yang gak sempet diicip-icip (sampe puas) dan juga belum kenal namanya…

Ten06Ten07Ten08

Buat mb Andri Anne, terimakasih banyak undangannya dan sangat menyenangkan bisa ketemu dengan temen2 IDFB yang kemarin hadir…

Ten09

Dan lengkaplah sudah predikat telat itu : dateng telat dan telat posting… hufff…

(gak jadi ngikut) IDFB Ch#9 :(

inilah sepenggal cerita yang jadi saksi korban hilangnya sinyal telepon dan  internet menjelang hari terakhir setoran IDFB Ch#9, hiks…hiks…hiks…

Heloowwww…..apa kabar dapurku tercinta…muach! Hampir saja aku tidak menjengukmu selama bulan Maret ini kalo gak keinget pengen ikutan IDFB Ch#9 … Abis logonya lucu dan keren banget sih, ada porridge pot –nya gitu hehehe… alasan yang sok imut ya *ngerutin jidat

Sebenernya pas genderang pengumuman Ch#9 digongkan kemaren, aku sih gak terlalu binun mo buat bubur apa, secara warung bubur yang ada di Pangkalpinang ini bertebaran dimana-mana. Mulai dari yang labelnya bubur ayam Sukabumi, bubur ayam Cianjur atau bubur ayam Bandung sampe yang  gak pake label. Nah lo kamsutnya gimana nih yang non label? Hehehe, begini…. kan katanya kalo di Padang, gak ada Restoran Padang, begitupun dgn kami disini, gak ada yang jual Martabak Bangka, gak ada yang jual Mie Bangka dan gak ada warung yang nempelin merk Bubur Bangka… bethul kan hihihi…

Tentang bubur Bangka ini, bisa jadi jadi pengalaman yang lumayan unik buat aku. Gimana gak unik, sebelum turun menuju ke warung, aku udah ber-HOEK-HOEK ria dulu alias morning sickness wanna be….aku kebayang cerita si Aling tetanggaku yang mendeskripsikan apa dan gimana rasa si Bubur Bangka….. Nah berbekal dari rekomendasi si Aling inilah akhirnya aku menuju warung Bubur yang ada di Kampung Melintas yang katanya punya rasa paling gurih, topping buburnya paling bervariasi, mulai dari ayam, seafood (ikan, udang, cumi) dan gak lupa cunyuk (istilah org Bangka buat pork). Hadehhh ini nih yang bikin perjalanan menjelajahi bubur jd ada unsur perjuangannya…nyesel deh ngebiarin si Aling keburu balik ke Jakarta sebelum nyuruh dia ambil liputan dan poto2 ke warung bubur ini….harusnya ini tugas diaaa…..argh….Aliiingggggg….! Tapi yuk udh tanggung gini, mareee kita teruskan perjuangan, semangka!!!

Eh bentar sebelum masuk ke warung, coba liat deh beneran kan gak ada plang merk apapun diwarungnya….perasaan kemaren ada deh…

IMG_8911

Begitu melangkah mendekat, udah ditegur aja sama beberapa pengunjung dan jg pelayan warung katanya gini : “ Ikak dak boleh makan….ade pakai minyak cunyuk ni wo….” artinya kurleb gini : “kalian (melayu atau muslim) gak boleh makan ini, soalnya pake minyak B1 loh…..” hehehe, makasih banget udh diingetin, bener2 gak mau makan ni bubur, sumpehhhhh deh….tapi penasaran aja gimana sih penampakannya sesuai dengan cerita si Aling dan juga mau berbagi cerita ama temen2 di IDFB…ow…co cuitttt….

Tapi sayangnya, aku udh termasuk telat datengnya, ngelirik jam masih belom genep jam stengah delapan pagi. Br sampe, lsg ngeliat Ji Anyun (yg punya warung) menyendokkan isi terakhir dari mangkok topping udang dan cumi2…yah gak sempat dipoto dweh… L Dan memang, untuk urusan ngambil poto ternyata gak gampang bo’, disamping ukuran warung yg emg sempit, yg dine in banyak dan minta tambahan porsi pula, yg pesen buat di bawa pulang juga banyak jadi maklumi ya kalo potonya gak seindah biasanya… whattt???….kapan juga pernah punya poto indah…

IMG_8943IMG_8949

Untunglah disela2 ngeladenin pembeli, Ji Anyun (Aji artinya bibi, biasanya disingkat Ji aja-red) masih mau ngeladenin aku yang sok pengen tau dan kepo banget. Ternyata toppingnya itu selain yang udah aku sebutin diatas, ada juga yg pake ikan asin tenggiri goreng. Trus untuk bumbu toppingnya, kalo buat ikan, cumi dan udang cukup ditumis ama bawang putih cincang trus dikasi garem. Nah kalo buat ayam dan si cunyuk, dimasak kayak semur gitu tapi gak terlalu item. Oya sebelum disajikan ke mangkok atau buat di bawa pulang, bubur yg udah kental dimasak ulang bentar dengan kuah kaldu ayam yang jg di tambah minyak B1.

IMG_8957

Trus baru deh dikasi Topping pilihan, ditaburi dgn tong cai, irisan daun bawang dan dikecrut dengan minyak  ikan dikit lalu di taburi lada.  Seperti biasa, di tiap bubur ayam biasanya ada Cakue, nah tapi yg ini Cakue nya gak dipotong2.  Sempet pengen banget nyomot si Cakue yg tadi masih ngebul2 asepnya…tapi apa daya perutku pasti nolak hehehe….

IMG_8925

Wokehh…bagiku kunjungan pagi ini ke warung Buburnya Ji Anyun lumanyan berkesan. Rasanya udh cukup bekal deh buat menuhin tantangan ibu2 admin IDFB buat Ch#9 ini. Saatnya pamit pulang, sebelum sempet ngucapin terimakasih, Ji Anyun udh bilang “sinmung” duluan yg artinya terimakasih dalam bahasa Kek dan pesennya ntr kalo papan nama warungnya udh dipasang lagi, jangan lupa di foto ya…..hehehe dengan senang hati aku bilang iya dan tiga kali usapan tangan Ji Anyun di punggungku kembali ngingetin betapa indahnya kebersamaan yg ada di Pulau Bangka ini…

Sekarang maree kita pulang. Kita siapin dulu bahan2 buat bikin bubur Bangka a la Ji Anyun besok pagi. Tapi kok besok sih, kan kan udah last day…mefet bangedddd….iya sih tapi rasanya hari ini aku sungguh udh hilang selera untuk makan bubur hahahahha…harap maklum ya kalo segitunya….

IMG_8951IMG_8967

untuk resepnya ini ya….

IMG_8945 (2)

IDFB Ch#9

biarpun gak ngaruh lagi, teteplah pengen nempelin logo yang lutcu ini hehehe…

Logo IDFB Challenge 9