Burgo PureGreen

???????????????????????????????

IDFB selalu saja memberi tantangan yang menarik. Kebeneran pas banget kalo aku lagi cari-cari beras merah organik buat menunjang program diet ^_^.  Maklum, sepulang dari Ultimate Journey  kemaren berat badan yang ‘hanya’ naik 7 kilo ini harus segera dikembalikan ke angka semula. Tapi kok berat banget perjuangannya karena udah terbiasa selama 40 hari kemarin itu makan 5 kali dalam sehari full carbo dan setiap saat minum susu hihihi….dengan alasan buat jaga stamina biar sehat beribadah (padahal sbenernya emg doyan karena ketemu makanan yang enak2) …

Tau ama PureGreen Organic Rice  ini ya jelas-jelas lewat IDFB. Buka websitenya PureGreen, baca-baca tentang produknya terutama tentang 10 Keunggulan PureGreen Organic Rice. Karena semangat ingin makan makanan yang sehat, tanpa ragu2 langsung klik bar contact us, telepon minta dikirim seluruh jenis produk yang ada… Laper mata banget ya kesannya hehehe… tapi kan penasaran terutama ama yang namanya Beras Hitam dan Beras Coklat… Ternyata bener saudara-saudara… aku udah coba semua jenis Beras PureGreen Organic Rice yang ada. Semuanya emang enak… Cuma favoritku itu Beras Hitamnya… ada wangi khas gitu, haruuuuummmm banget… Terlebih kemaren pas berasnya lagi diblender mau dijadikan tepung, tepungnya gak henti2nya aku hirup baunya…

Awalnya pesimis bisa ikut tantangan kali ini. Biasaaa….faktor M(ales)nya lg tinggi banget. Tapi setelah terbiasa makan PureGreen Organic Rice, eh malah ngimpi siapa tau bisa dapet gratisan beras yang enak ini…hihihi ngarep banget deh 😉

Untuk tantangan kali ini, aku buat Burgo, salah satu makanan khas Palembang yang pastinya jauh kalah populer ama Pempek dan Tekwan. Burgo ini biasanya dimakan pada waktu sarapan atau kalo ada acara arisan yang waktunya sore, biasanya dijadikan hidangan utamanya. Bahan dasar utama burgo adalah tepung beras yang dikukus jadi lembaran tipis trus di gulung. Cara penyajiannya gulungan Burgo diiris2 dan disiram dengan kuah santan gurih yang berwarna putih trus ditaburi bawang goreng… Kalo kuahnya berwarna kuning, itu kuah buat Lakso, penganan berbahan dasar tepung beras juga, tapi bentuknya keriting seperti putu mayang.

Semangkuk Burgo PureGreen

Burgo PureGreen ini sengaja aku buat dari tiga jenis beras yaitu Pandan Wangi, Beras Hitam dan Beras Merah yang akan dijadikan tepung beras. Dari hasil bertanya kesana kemari dan googling, ternyata membuat tepung beras lumayan gampang tapi agak ribet (menurutku loh ya…).

Cara Membuat Tepung Beras :

Beras dicuci dan direndam semalaman. Besok paginya ditiriskan dahulu. Kemaren itu aku merendam jam 9 malem, trus jam 5 subuhnya aku tiriskan. Setelah matahari nongol jam 8an, baru deh aku jemur pake loyang alumunium yang agak gede supaya gak numpuk2 dan cepet kering. Trus diblender berulang-ulang dan diayak dengan saringan yang halus. Sisa beras yang masih kasar, diblender lagi dst. Trus jadi deh tepung berasnya dan siap diolah.

Berikut resep Burgo dan kuahnya….

 ???????????????????????????????

 

Burgo PureGreen

Bahan :

100 gr tepung beras PureGreen

15 gr tepung sagu/tapioka/kanji

250 ml air + ½ sdt kapur sirih

Minyak sayur untuk mengoles loyang

 

Cara membuat Burgo :

Panaskan kukusan. Alasi tutup kukusan dengan serbet.

Siapkan loyang 20 x 20 x 4 cm. Olesi dengan minyak sayur.

Campur tepung beras, sagu dan 250 ml air. Aduk rata.

Tuangkan dua sendok sayur adonan ke dalam loyang yang sudah dipanaskan dalam kukusan.

Masak kurang lebih 5 menit atau sampai matang.

Selagi hangat2, digulung

1 adonan bahan ini, aku dapetin 3 gulungan Burgo

 

Kuah

2 sdm daging ikan gabus (aku pake ikan Selar segar)

3 siung bawang merah

2 siung bawang pulih

2 buah kemiri sangrai

1 sdt ketumbar halus

65 ml santan instan

500 ml air

Gula dan garam secukupnya

Minyak untuk menumis

 

Cara Membuat Kuah :

Blender filet ikan, bawang merah, bawang putih, kemiri dan ketumbar sampai halus dengan hanya sedikit air. Tumis dengan minyak panas sampai harum. Tambahkan air. Beri gula dan garam. Tambahkan santan instan, terus diaduk supaya santan tidak pecah dan sampai mengental. Cicipi sekali lagi, tambahkan gula dan garam lagi untuk menajamkan rasa.

 

Cara Penyajian :

Burgo yang berupa gulungan diiris2, dimasukan ke mangkuk dan diberi kuah serta ditaburi bawang  goreng dan diberi sambel cabe rawit bila suka pedas.

Untuk IDFB# 14, aku menampilan Burgo bukan sebagai penganan utama dalam sebuah mangkuk dengan porsi yang seperti biasanya. Tapi boleh dong kalo skali-kali Burgo ditampilkan sebagai makan pembuka dalam porsi sekali suap, dan sedikit dibuat genit ^_^…

Burgo Puregreen

Haiyaaaahhhh…hampir lupa ama logo sakti ini 😀

Logo IDFB #14

Lapis Serawak / Lapis Cadbury / Lapis India

???????????????????????????????

Tinggal di Provinsi Bangka Belitung, khususnya di Kota Pangkalpinang mau tidak mau ikut merasakan atmosfer yang berbeda tiap menjelang perayaan Imlek atau disini lazim disebut Kongian. Secara umum, kekerabatan yang terjadi antara etnis Cina dan etnis Melayu disini sangatlah baik disamping budaya saling berkunjung dan bersilaturahmi masih sangat kental disini. Wajib hukumnya untuk saling berkunjung pada saat hari besar. Dan sudah menjadi kebiasaan beberapa tahun terakhir ini, aku dan teman-teman secara bersama2 mengatur waktu berkunjung dari pagi dan bisa2 baru selesai bertamu saat malam menjelang dengan kondisi perut yang udh sangat kekenyangan, hehehe…

Oya mungkin ada yang menanyakan bagaimana sebagai seorang muslim bisa dgn bebas makan dan minum pada saat Imlekan? Hehehe, jangan kuatir…. semua pemilik rumah selalu menyediakan makanan yang dipesan dari catering muslim dan biasanya percakapan mengenai catering siapa yang terpilih menjadi pembuka acara silaturahmi…hahahha…

Aku mempunyai beberapa teman dekat yang kebetulan dari etnis Tionghoa. Tahun lalu aku memberi mereka hantaran Tiramisu. Rencananya Kongian tahun ini aku mau ngasi assorted cake mungil yang biasanya disebut Kue Tampah atau Kue Nampan. Salah satu ‘anggota’ Kue Nampan tersebut adalah Lapis Serawak. Udah lama banget pengen bikin ini karena liat di blognya kakak cantik Dayang Jack dan aku liat juga di blog nya salah satu idolaku, kak Azlita Asam Manis… Berikut resepnya yang udah sedikit di modif karena bahan2 yang diresep asli gak ada disini, yuk dillihat J kalo mau liat resep aslinya, lsg klik aja ya link blog tsb…

 

Lapis Serawak / Lapis  Cadbury / Lapis India

 

Bahan

200 gr margarin

250 gr butter

220 gr gula halus (gula kastor diblender)

10 butir telur

220 gr terigu protein rendah

50 gr susu bubuk

300 gr susu kental manis

½ sdt vanili

Pewarna kuning dan hijau

Kepingan coklat tdk meleleh

Margarin dan butter

 

Cara Membuat

  • Alasi loyang 22×22 dengan kertas roti. Panaskan oven dengan api atas 180 dc.
  • Kocok margarin, mentega dan gula tepung hingga putih dan mengembang. Matikan mikser.
  • Masukan telur, terigu, susu bubuk, vanili dan susu kental manis, kocok dengan kecepatan tinggi hingga tercampur rata. Beri sedikit pewarna kuning.
  • Untuk lapisan pertama, tuangkan 135 gr  adonan, oven selama kurleb 10 menit hingga permukaan kecoklatan. Posisi loyang di rak yang paling atas
  • Lapis ke dua tuangkan 125 gr adonan.
  • Lapis ke tiga tuangkan 125 gr adonan dan tambahkan susunan kepingan coklat
  • Lapisan ke empat ambil 125 gr adonan, beri pewarna hijau
  • Lapisan selanjutnya ulangi lagi langkah yang pertama
  •  Terakhir oven kembali selama 5 menit tp posisi loyang pindahkan ke rak paling bawah.

 

Selamat mencoba…..  😉

Mie Koba (IDFB Challenge #11)

Mie Koba 1a

Seperti yang pernah aku tulis dalam postingan sebelumnya yaitu  Pantai Tanjung Berikat Kabupaten Bangka Tengah, Mie Koba berasal dari Kabupaten Bangka Tengah yang ibukotanya adalah Kota Koba. Mie Koba adalah mie yang diberi taoge dan disiram dengan kuah yang berasal dari daging ikan berbumbu. Sebenarnya untuk rasa, Mie Koba tidak beda jauh dengan bahkan sama dengan makanan khas Bangka lainnya yaitu Mie Kua’ Ikan. Yang membedakannya terletak pada Mie yang dipakai. Bila Mie Kua’ Ikan bebas memakai jenis mie apapun, tidak demikian dengan Mie Koba. Mie Koba punya pakem tersendiri dimana mie yang dipakai harus mie fresh yang dibuat sendiri dan baru akan dimasak pada saat ada yang memesannya. Saat ini warung yang terkenal akan kelezatan Mie Koba-nya adalah Warung Mie Koba Iskandar , yang mempunyai cabang di beberapa kota yang ada di Pulau Bangka. Aku sendiri telah beberapa kali mencicipi rasa Mie Koba baik yang di Kota Koba langsung , di kota Pangkalpinang dan di Kota Sungailiat. Walaupun labelnya sama2 “Warung Mie Koba Iskandar” tapi ada sedikit citarasa yang berbeda di setiap cabangnya.  Misalnya kuah Mie Koba yang ada di Kota Koba, cenderung lebih encer dan warnanya kurang gelap bila dibandingkan dengan Mie Koba cabang Pangkalpinang. Sehingga untuk rasanyapun aku lebih menyukai yang di Pangkalpinang. Itu menurut pendapat pribadiku sih.

Pada awalnya, Mie Koba ini bukanlah makanan favoritku dan bukan makanan yang bisa membuatku jatuh cinta pada pandangan pertama kayak makanan2 khas Manado. Kuah Mie Koba cenderung manis banget untuk ukuran lidahku. Tapi itu cerita lalu. Sekarang aku suka banget ama Mie Koba setelah tau racikan pas yang sesuai dengan seleraku. Malah untuk Mie Koba yang ada di Kota Koba yang warnanya kurang pekat dan rasanya tidak terlalu manis, menjadi sedikit hambar bila dipadu-padankan dengan racikan khas sesuai seleraku. Oya kalo mau liat penampakan asli Mie Koba langsung dari warungnya klik disini ya…

Memang apa sih yang membuat racikannya terasa pas? Sederhana saja, cukup beri perasan jeruk sambal (minimal 1 buah) dan beri sambal sebanyak2nya…hehehe dijamin nikmat deh! Manis gurihnya kuah berbumbu ikan akan berpadu padan dengan asam dari jeruk dan pedasnya sambal! Oya 80% persen tamu2ku yang dateng dlm rangka kerjaan dan ku bawa mencicipi Mie Koba, langsung pada suka loh…terutama bagi mereka yang orang Jowo J

Bumbu yang digunakan untuk kuah Mie Koba ini gak beda jauh ama resep Mie Kua’ Udang yg pernah aku share sebelumnya dan sedikit aku modif ditambahin ini dan itu. Untuk ikannya sendiri, secara umum ikan yang sering digunakan untuk membuat kuah Mie Koba ini adalah ikan tenggiri, ikan kakap dan ikan Ciu (sebutan buat ikan selar).

Dari bisik2 temenku, ada yang bilang kalo Mie Koba Iskandar itu kuahnya bukan dari Ikan Tenggiri loh…. tapi dari ikan selar…  (harga tenggiri lebih mahal dibandingkan dengan ikan lain). Yahhh apapun ikannya yg penting enak rasanya, ya gak…gak dosa juga kalee kalo gak pake ikan tenggiri, yang dosanya itu kalo gak ngaku hahahaha jadi ngelantur deh.

Ikan selar, disamping harganya lebih murah dari ikan tenggiri, rasanyapun kalo digoreng garing gitu aku sukaaaaaaaa skali… Beda ama ikan tenggiri, terus terang aku jarang banget buat gulai atau sambel atau masakan yg pake ikan tenggiri, soalnya buatku ikan tenggiri itu identik ama pempek aja. Titik. Sunggung pemikiran yang sempit ya *geleng2kepala #don tray dis et hom ya.

Jadi alhasil akhirnya dan kesimpulannya, ikan yg aku pake buat kuah Mie Koba adalah ikan selar. Harganya murah dan rasanya pasti mantap serta nikmat. Oya mengenai mie, pas awal2 bulan Juli aku pernah buat mie sendiri pake resep okenya Chef KW, itu loh mantan pacarnya teh Uceu hihihi… Hasilnya owkeh dan enak banget, begitu jadi langsung dijadikan Bakmie Ayam. Nah, sisanya aku buat kepalan masing2 seberat 100gr dan aku simpan di chiller, entah kenapa 2hari atau 3 hari kemudian pas dimasak ama Asisten, jadinya menggumpal…apa karena aku salah ya cara nyimpennya? Ntr mo tanya teh uceu ah…

Back to Mie Koba, jenis mie yang aku pakai tetap aja sesuai dengan pakemnya yaitu mie yg fresh. Bedanya kali ini aku gak buat sendiri, tapi beli di tempat pembuatan mie dan pangsit, Rp. 8ribu perkilonya. Rasanya sih lumayanlah, tp tetep gak ada yg menandingi kelesatan emih hom med 😉

Yuk ah dari pada kebanyakan ngelanturnya kita mulai buat aja …

Mie Koba Vintage1

 Mie Koba

 Bahan

1 Kilo mie fresh siap masak

1 Ons taoge diseduh sebentar dengan air mendidih

Seledri di iris halus

Bawang Goreng

Jeruk sambal (lemon cui)

Telur Rebus

½ Kg Ikan selar, bersihkan dan dikukus, ambil daging ikannya.

 

Bumbu Kuah

3 Siung Bawang Putih

4 Siung Bawang Merah

Sedikit pala

Seujung jari jahe

1 sdt merica halus

3 Sdm Kecap Ikan

1 sdm ebi, rendam dengan air hangat lalu tiriskan

Kecap Manis  secukupnya (masukan sampai kuah berwarna gelap)

25 gr Kaldu bubuk Rasa Ayam

2 Liter air

Garam secukupnya

 

Cara Membuat :

Haluskan bawang merah, bawang putih, pala, jahe, ebi dan merica, lalu tumis sampai harum dengan sedikit minyak, masukan ikan yg sudah dikukus tadi. Tumis lagi sampai harum.  Masukan  kecap ikan, kecap manis, kaldu bubuk dan air. Beri garam sampai rasanya pas.

 

Penyelesaian :

Taruh mie di dalam piring atau mangkuk. Beri taoge sesuai selera. Siram dengan kuah panas. Taburi dengan seledri cincang dan taburan bawang goreng. Perasi dengan jeruk sambal dan beri sambal

Mie Koba 2b

Selamat menikmati dan tak lupa logo keren ini….

challenge11_zpsab69b2f4

Pantai Tanjung Berikat Kabupaten Bangka Tengah

Koba adalah ibukota dari Kabupaten Bangka Tengah yang jaraknya kurang lebih 1 jam perjalanan dari ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Pangkalpinang. Seperti setiap kabupaten lainnya yang ada di provinsi ini, Kabupaten Bangka Tengah ini juga punya ‘koleksi’ pantai indah dengan pasir putih yang halus.  Salah satunya pantai yang mudah diakses karena berada dipinggir jalan dekat dengan Tugu Selamat Datang Kabupaten Bangka Tengah yaitu pantai Arung Dalam.

???????????????????????????????

Pada awal bulan Juli ini dalam rangka pekerjaanku yang lokasinya di Kabupaten Bangka Tengah, aku berkunjung ke Kota Koba. Kebetulan si Aling sobatku yang sehari2nya ada di Jakarta sedang pulang ke rumah orang tuanya di  Desa Trubus Bangka Tengah.  Setelah urusan kerjaanku beres sekitar jam 2 siang, kita udah janjian sebelumnya mau liat pantai yang katanya bagus dan masih alami banget di daerah Tanjung Berikat.

Lama perjalanan dari kota Koba ke Tanjung Berikat ditempuh kurang lebih 1 jam disebabkan oleh keadaan jalan yang jelek dan banyak lubangnya. Selama perjalanan sempat agak2 nyesel juga mutusin mau ke pantai Tanjung Berikat ini, secara energi rasanya udah terkuras ama pekerjaan dari tadi pagi ampe siang *huff. Mana cuaca mendung dan hujan kecil terus turun, jadinya sepanjang jalan tidur aja deh. Kekecewaanku semakin bertambah waktu aku dibangunin si Aling, katanya kita udah sampe di kawasan Tanjung Berikat. Gimana enggak, setelah 1 jam badan kena grudukan jalan yang jelek, eh di depan mata cuma pemandangan yg biasaaaaaa bangetttt… di penghabisan aspal terpampang pantai dengan sampah2 kayu2 dan bercampur dengan sampah2 plastik serta keadaan semak belukar yang bergulung2! Kalo yang ginian sih di Pangkalpinang  juga juga banyak rutukku dalem ati… mana ada satu rumah nelayan yg kesannya kumuh disana hmmmm nyeselll….

Papan 1-tile - Copy

Selang berjalan selama 7 menit dengan sedikit mendaki, tibalah pandangan mata kami ke hamparan sabana (bener gak nih pake istilah ‘sabana’, cmiiw ya fren) ilalang yang sebagian ada yang sudah menguning akibat pembakaran atau apa dan sebagian lagi masih hijau segar. Yang uniknya disini, di hamparan sabana itu terdapat gundukan batu2 alam gede khasnya pantai2 yang ada di Bangka dan Belitung. Sekarang pemandangannya udah berubah, gak keliatan lagi rumah nelayan kumuh dan pantai yang penuh sampah.

mdaki1

mdaki2

Dan perjalanan menurun pun dimulai dengan pemandangan laut yang sekali2 mengintip dari balik pohon cemara dan semakin lama pemandangannya semakin bikin penasaran… Suasana hatikupun semakin berubah, cemberut udh berganti senyum hehehehe….. Subhanallah, pemandangannya indahhhhhh banget… dari ujung ke ujung ada bukit batu yang disela2nya tumbuh pepohonan yang menjulang. Suasananya sepi, pantainya bersih. Ada beberapa perahu nelayan yang terdampar di pasir pantai dan ada juga yang ditambatkan di bibir pantai membuat suasananya tambah indah.

???????????????????????????????

???????????????????????????????

berikat2

???????????????????????????????

berikat4

berikat5

Nelayan Gabung

Hampir satu jam menghabiskan waktu disana berjalan dari ujung ke ujung, ngobrol2 dengan sepasang nelayan yang kutemui disana,  aku dan Aling pun bergegas pulang menuju Kota Koba lagi. Udara yang sejuk ditambah kena gerimis kecil bikin perut terasa keroncongan lagi. Kamipun berencana untuk makan Mie Koba di restoran yang ada di tengah2 kota. Oya dijalan gak jauh dari Pantai Tanjung Berikat tadi  aku ngeliat ada Dermaga kayu. Brenti bentar buat ngambil  foto2 sebelum melanjutkan perjalanan pulang ke Kota.

Dermaga Kayu1

Perjalanan pulang jauh lebih menyenangkan daripada perjalanan pergi tadi. Disepanjang jalan aku dan Aling sibuk bercerita dan berdiskusi tentang isu perencanaan pengembangan  kawasan Tanjung Berikat. Yah, yang utama dan terpenting tetap sarana dan prasarana jalan serta penerangan ya. Ayo dong Satuan Kerja Vertikal yang udah survey jalan dan jembatan sampai ke kawasan Tanjung Berikat, segera realisasikan pelaksanaan di anggaran tahun depan ya hehehe…

Gak berasa aja, kami berdua sampai juga ke Warung Mie Koba Iskandar. Oya Mie Koba adalah salah satu makanan khas yang berupa mie yang diberi taoge lalu disiram memakai kuah dari ikan. Sebenernya makanan jenis ini banyak dijual di Pangkalpinang maupun di Kabupaten lain. Tapi namanya disebut “Mie Kua’ Ikan” aja. Kenapa untuk Mie Koba ada sebutan tersendiri? Bedanya terletak pada jenis mie yang dipakai. Kalo Mie Kua’ Ikan, mienya boleh mie apa aja termasuk mie instan atau mie telor instan pun bisa. Tapi kalo Mie Koba, mie yang dipakai adalah mie fresh yang baru dimasak pada saat kita memesannya. Warung Mie Koba Iskandar terdapat di beberapa kota yang ada di Pulau Bangka. Selain yang ada di Kota Koba sendiri, salah satu cabangnya ada di Pangkalpinang.

???????????????????????????????

???????????????????????????????

Selesai dari makan Mie Koba, rupanya aku dan Aling masih menyisakan sedikit ruang untuk makanan penutupnya. Lalu kami mengunjungi warung tradisional yang berada di depan Warung Mie Koba Iskandar. Disana dijual aneka gorengan sederhana misalnya pisang, ubi jalar dan tape. Tapi ada juga satu penganan istimewa yang dipilih Aling sore itu. Disebut istimewa karena sebutan buat gorengan tersebut adalah “Taik Kebo” hahahahahaha…sadis ya… Kalo di Palembang penganan tersebut biasa di sebut Kumbu Kacang Ijo. Mungkin kalo di daerah lain pasti beda juga. Alhasil sore itupun kami sempurnakan dengan segelas hangat Ta Fu Sui (susu kacang kedelai), pisang, ubi jalar dan tape goreng serta tak lupa si Taik Kebo…

???????????????????????????????

Dan kamipun berbegas pulang ke Pangkalpinang sambil menyempatkan diri menikmati pra Sunset di pantai Arung Dalam… Alhamdulilah, sungguh hari yang penuh warna…

???????????????????????????????

Pangsit Ikan

pangsit ikan isi udang1

Bosen ama tekwan? Yuk cobain bikin Pangsit Ikan ini, sedikit lebih ribet sih…tapi sesuai kok ama sensasinya yang pas digigit ada isinya hmmm…  Dulu waktu aku masih kecil, setiap kali mamaku buat Pangsit Ikan aku paling jarang dimintai bantuan misalnya nyiapin minyak, garam, air dll. Bukan apa2, setiap kali Pangsit Ikan yang udah mateng pasti nasibnya akan berakhir tragis, yaitu bolong ditengah gara2 satu persatu isinya aku comot dan pinggirannya aku sisain. Alhasil pernah suatu kali dari seluruh Pangsit Ikan yang dibuat, gak ada satupun yang utuh lagi hahahaha….

Ini disebut pangsit ikan mungkin karena bentuknya dan ada isiannya, sementara kulitnya bukan dari adonan pangsit seperti kebanyakan, melainkan dari adonan pempek. Isinya bisa apa aja. Kalo dirumahku biasanya kalo gak ayam ya udang yang dicincang atau campuran keduanya. Kalo pas ada benkuang atau jamur kuping sisa tekwan, bisa juga dicampurkan sebagai isi dan jug sering dikasi sedikit irisan daun kucai.  Oya, untuk kuahnya agak sedikit beda ama tekwan. Air yang bekas merebus pangsit ikan tinggal ditambahi garam dan diberi bawang putih cincang yang udah digoreng sebelumnya, dikasi seledri dan sambel, jadi deh…. tapi rasanya gak kalah lo ama tekwan…

Pangsit Ikan

1 resep pempek

Cara Membuat :

Panaskan air dalam panci. Liat step by step cara pembuatan.

 step by step pangsit ikan

Bahan isi :

(semua dicampur jadi satu )125 gr Ayam atau Udang cincang (aku cuma pake udang aja)

Bengkuang, jamur, kucai dipotong kecil2 (gak pake karena gak ada di kulkas)

2 siung bawang putih cincang halus

Garam dan gula secukupnya

½ sdt minyak ikan atau minyak wijen

Cara Membuat :

Campurkan bahan jadi satu, cicipi rasanya.

Kuah :

Air bekas merebus pangsit

3 Siung bawang putih cincang halus digoreng dengan sedikit minyak sampai garing, sisihkan

Pelengkap

Lada halus

Seledri

Bawang goreng

Soun bila suka

Sambal

Penyelesaian

Taruh beberapa pangsit ikan dalam mangkuk, beri kuah secukupnya, beri sesendok bawang putih goreng dan beri pelengkap. Siap dinikmati.

isi pangsit ikan - Copy

Pempek Kapal Selam

Kapal Selem Goreng

Beberapa teman sampai dengan saat ini masih sering bertanya resep dan cara membuat pempek. Sebenernya udah banyak resep diluaran sana yang akurat baik dari komposisi bahan maupun cara pembuatan. Sebut aja misal resep pempek NCC-nya bu Fat, Ny. Liem maupun bu Sisca. Dari testimoni yang udah ujicoba ke-3 resep tersebut selalu bilang enak. Tinggal mana yang lebih sreg di lidah.

Aku sendiri sejujurnya belom sempat nyobain resep pempek siapa-siapa kecuali resep yang biasa digunakan keluargaku. Dari yang semula sistem ukurannya masih pake panci atau bekas rantang jelek punya mama yang dapet warisan dari nenek :s dan sekarang udah aku rubah ukuranya jadi satuan yang lebih mengikuti peradaban manusia modern yaitu, gram. Yah lumayanlah udah ada patokan resmi yang jadi standar acuan adik2ku maupun temen2 yang cocok ama resep ini 😉 Dan satu lagi, resep pempek andalan keluargaku ini sama sekali gak pake vetsin, kaldu bubuk atau ditambahi dengan bawang putih halus kecuali kalo memang buat pempek yang berbumbu seperti Pempek Adaan dan Pempek Kulit.

Kalo menurut aku, buat pempek itu mirip prinsipnya ama buat Cookies. Setelah dapet feelnya, biasanya kita udah bisa ngatur sendiri komposisi bahan-bahannya mau bikin pempek atau cookies yang gimana asalkan kita juga udah tau banget konsekuensi dari dari pengaturan komposisi bahan-bahan tersebut. Lah kok jadi ribet gini bahasanya ya…hehehe…

Maksudnya gini, kita pasti tau standar pempek yang enak itu kriterianya antara lain ikannya berasa tapi gak amis, gak benyek tapi gak alot, gurih dan asinnya pas, tampilannya pun harus putih mulusss…. Tapi bagi kita yang lidahnya tiap hari harus kena pempek, makan pempek dengan kriteria enak yang standar itu kayaknya kok malah biasa aja…justru yang dicari kadang2 yang tekturnya agak alot, warnanya gak putih karena bukan pake ikan tenggiri dan bentuknya kadang2 yang sembarangan aja dan parahnya ada aroma lain akibat penggunaan filet ikan yang kurang segar, justru menambah sensasi rasa tersendiri kalo udah sambil ngirup cuko….hufff…

Jadi kalo pengen bikin pempek yang putih bersih mulus, pake ikannya tenggiri yang dagingnya berwarna putih atau bisa juga pake ikan gabus atau malah ikan belida… Untuk resep yang nantinya bakal aku sharing, hasil pempeknya nanti gak alot walopun udah dingin tapi juga gak lembut kayak cake. Tiap gigitannya garing2 gimana gitu, susye buat dijelasin 😉 Nah trus kalo mau buat lebih lembut atau lebih alot tinggal mainkan aja komposisi cairan dan juga tepung serta garamnya loh ya…

Hari ini aku niatin buat posting gimana cara membuat pempek yang isinya ada telor utuh alias pempek kapal selem. Semoga gambar step by step yang aku tampilkan bisa sedikit membantu bagi temen2 yang masih penasaran gimana cara bikinnya.

Pempek Kapal Selam

Bahan

 250 gr fillet ikan

150 ml air

25 ml minyak sayur

1/2  sdm garam

200 gr sagu

Sagu secukupnya untuk di tangan dan taburan

Cara Membuat

  1. Panaskan air ¾ dalam sebuah panci ukuran sedang. Sementara itu masukan semua bahan ke dalam food processor (aku gak merekomendasikan masukan ke blender atau di mikser kecuali kalo ikannya udh dalam bentuk paste halus). Proses sampai tercampur rata dan struktur adonan mengikat, kental dan agak2 kayak permen karet gitu… kalo adonannya udh tercampur rata tapi belum jadi adonan yang menggumpal, nanti hasil pempeknya gak garing (gambar 1 – 6)
  2. Setelah didapat konsitensi adonan yang dimaksud, pindahkan adonan kedalam wadah atau baskom yang lebih besar, masukan tepung kanji/tapioka/sagu dan diuleni dengan sendok kayu sampai tercampur rata (gambar 7 – 8)
  3.  Lumuri tangan dan area kerja dengan  sagu. Adonan tadi siap dibentuk sesuai selera. Berhubung hari ini aku buat pempek Kapal selam, jadi seluruh adonan aku bulatkan dan ditimbang masing2 seberat 125gr (gambar 9 – 10)
  4.  Bentuk seperti buah pear atau tear drop. Bagian yang lebih besar dilubangi sampai didapat cerukan yang bisa memuat telor, jaga jangan sampai kulitnyanya berlubang. Sementara siapkan telor yang akan dimasukan, dari satu butir telor utuh kurangi putih telur separuhnya tuangkan kedalam adonan yang sudah dibentuk tadi, jepit atasnya dengan jari sampai tertutup rapat dan segera masukan ke dalam air yang telah mendidih. Diamkan 1 menit lalu aduk supaya tidak lengket di dasar panci (gambar 11 -17)
  5.  Biarkan agak lama dalam panci tertutup sampai volume pempek membengkak dan sudah lama mengapung dipermukaan air mendidih. Angkat dan tiriskan (gambar 18)

step by step pempek

Tips :

  • Penggunaan cairan 125 air + 50 ml minyak sayur di atas karena kondisi ikan yg masih sangat segar dikerok dan digiling sendiri sehingga daging ikan giling dalam keadaan kering/tidak berair. Jika daging ikan dalam keadaan lembek dan berair, cairan bisa dikurangi sekitar 50 ml.
  • Selalu lumuri tangan dengan sagu dupaya adonan pempek yang akan dibentuk tidak lengket.
  • Jangan membentuk pempek kapal selam dekat dengan panci untuk merebus pempek, karena uap airnya bisa melembutkan adonan dan akibatnya adonan pempek kapal selam yang sudah terbentuk jadi bocor.
  • Untuk memudahkan memasukan telor, sebaiknya siapkan telor yang udah dikurangi bagian putinya kedalam tempat2 tersendiri supaya bisa langsung dituangkan ke adonan.
  • Sebaiknya tiap kali membentuk adonan kapal selam, langsung diisi  dengan telor dan segera masukan ke panci air mendidih.
  • Jangan membuat adonan bentuk kapal selam dalam jumlah yang banyak dan kemudian baru diisi dengan telor karena adonan yang didiamkan sekian lama dapat mengeras sehingga mudah pecah atau bocor pada saat diisi dengan telor.

Cuko

Bahan :

250 gr Gula Batok, di sisir atau dipotong kecil-kecil

20 gr asam jawa

50 – 100 gr cabe rawit

50 gr bawang putih

1 Liter air

Garam, gula pasir secukupnya

Cara Membuat

Masak air, gula batok dan asam jawa sampai mendidih, angkat lalu saring sebanyak 2x untuk membuang kotoran yang biasanya ada di gula batok. Didihkan lagi.

Blender rawit dan bawang putih, boleh agak kasar dan boleh halus sekali, masukan dalam panci yang berisi  air gula batok. Beri garam dan gula pasir secukupnya cicipi hingga rasanya pas. Didihkan sekali lagi lalu angkat. Apabila kurang asem, bisa ditambahkan cuka masak.

Pindang Udang

pindang udang

Pada dasarnya udang udah enak dari sononya. Mau digoreng gitu aja, mau direbus cuma pake garem dikit, tetep aja dijamin nikmat. Mungkin perumpamaannya gini ya, kalo di Hutan, Raja Hutan namanya Singa, nah kalo di Sungai, Raja sungai ya si Udang Galah ini….hihihi…
Aku termasuk salah satu pencinta berat Udang, dan diantara seluruh kerabat Crustacea ini favoritku dari dulu sampe sekarang tetep si Udang Galah. Rasanya menurutku lebih manis aja dari jenis udang yang lain termasuk lobster, apalagi bagian kepalanya, wow banget deh pokoknya. Pernah aja dahulu kala pas ultah yang ke 15, aku dapet hadiah istimewa dari papaku, udang galah satu baskom besar!!! Hmmm…bener-bener kado yang gak akan pernah aku lupakan…hehehe….
Pindang, salah satu masakan berkuah khas Palembang yang mudah banget buatnya. Bumbunya pun bisa asal geprek atau malah diiris2 aja. Pasangan yang pas buat nikmatin si pindang kalo menurut aku lalapan ama sambel kweni….hmmmm….kalo gak pecaya cobain yuk….
 
Pindang Udang
 
 
Bahan
1500ml air
1 Kg Udang Galah, buang kotoran dikepalanya
1 buah nanas setengah matang, kurleb 200gr
5 Siung Bawang Putih
8 Siung Bawang Merah
6 buah cabe keriting (sesuai selera)
5 cm Kunyit
3 cm Jahe
1 buah serai
1 buah lengkuas
5 lembar daun salam
15 gr terasi bakar
Garam, gula, kecap manis, kecap asin sesuai selera
Asam jawa secukupnya (kalo nanasnya gak asem)
Daun Bawang secukupnya
 
 
Cara Membuat :
  1. Didihkan air, masukan nanas yang sudah dipotong2, didihkan sekali lagi.
  2. Bumbu digiling kasar atau diiris atau digeprek aja, masukan ke panci disertai dengan udangnya.
  3.  Masak hingga udang berubah warna dan matang. Kalo udangnya besar, masaknya kurang lebih 20 menit dengan api sedang dan panci ditutup.
  4.  Cicipi rasanya, sampe didapet rasa yang seimbang antara pedes-asem-asin dan manis.
  5.   Sesaat sebelum diangkat masukan daun bawang.
  6.  Siap dinikmati 😉