Hidangan Sepinggan : Wadai Ipau dan Roti Tawar Lapis Daging

Karena lagi bosen menyiapkan menu sarapan  yang itu2 aja, hari ini aku niatin buat beberapa makanan alternatif yang bisa disimpen dikulkas dan tinggal diangetin aja kalo udh mau disantap. Hari ini rencananya mau buat Wadai Ipau; makanan khas Banjar; Roti Tawar Lapis Daging dan Lasagna.

Wadai Ipau Banjar

Sudah sejak lama penganan khas Banjarmasin, Wadai Ipau masuk daftar panjang rencana percobaan dapurku. Pertama kali tau tentang Wadai Ipau ini lewat salah satu tabloid wanita yaitu Tabloid Nova. Disana pernah dibahas makanan, kue, dan masakan popular di daerah terutama pada saat Bulan Ramadhan tiba. Mungkin karena bacanya waktu itu sedang puasa, sedang laper, trus juga keliatan enak, jadi deh kepikiran terus mau nyicipin si Wadai Ipau ini. Niatnya sih kapan2 mau nyobain langsung ke tempat asalnya, Banjarmasin. Lagian aku memang belum pernah menginjakkan kaki dan meninggalkan jejak di Pulau Kalimantan.
Pada suatu hari, gak sengaja aku liat salah satu temen fesbukku, Vika Indriani, aplod foto Wadai Ipau ini. Jadi tambah penasaran dan segera cari tau gimana sih cara bikinnya, sekalian kompare ama resep yang dari Tabloid Nova itu, kurang lebih sama. Bedanya kalo di Tabloid Nova isiannya gak pake daging, melainkan telur rebus sedangkan mb Vika pakai daging. Mumpung ada stok daging di kulkas, akhirnya kuputuskan pake resepnya mb Vika. Resepnya aku sesuaikan dengan wadah yg nanti aku pakai, gak pake 1resep full. Dikira2 aja.

Wadai Ipau Khas Banjar

Bahan Kulit
50 gr terigu
125 santan cair (50 ml kara + 75ml air)
¼ sdt garam
1 butir telur
½ sdm margarin dicairkan

Bahan Isi
250 gr daging potong kecil
1 buah kentang besar sedang
1 buah wortel besar sedang
Daun bawang diris halus
4 bawang putih
2 bawang merah
Gula, garam, merica secukupnya
Saus tiram dan kecap iggris (tambahan)
Minyak untuk menumis

Taburan
Bawang merah goreng dan seledri
100 ml santan kental

Cara Membuat :
1. Buat kulit seperti kulit risol, sisihkan
2. Tumis bahan isi, cicipi sampai rasanya pas, sisihkan
3. Ambil selembar kulit, taruh didasar loyang, beri isian sampai merata, ulangi sampai penuh terakhir tutup dengan kulit
4. Taburi dengan bawang goreng dan siram dengan santan kental
5. Kukus hingga santan meresap

Wadai Ipau mix

Note :
Berikutnya kalo buat lagi, untuk bahan kulit mau pakai air biasa aja biar gak terlalu berat rasa santannya.

Roti Tawar lapis Daging

Hidangan kedua yang aku buat adalah Roti Tawar Lapis Daging. Sebenernya sedari kecil kami lebih mengenal judul Roti Daging Pyrex untuk nama makanan ini dikarenakan memakai piranti kaca yang tahan bakar yg kondang dijaman mamaku. Pada prinsipnya, cara membuatnya sama aja dengan Pudding Roti Tawar, tapi ini versi asinnya.

Roti Lapis Daging a

Roti Tawar Lapis Daging

Bahan
6 buah roti tawar tanpa kulit
150 ml susu
1 butir telur ayam
1/2 sdt garam
50 gr keju parut
Keju slice

Bahan Tumisan Daging
250 gr daging giling
4 bawang putih cincang
1 siung bawang bombay kecil
Cabe besar dan cabe rawit secukupnya (kalo suka pedas)
Daun bawang iris halus
Garam, gula, merica secukupnya
Saus tiram dan kecap inggris secukupnya
Minyak untuk menumis

Cara Membuat
1. Tumis daging sampai rasanya pas, sisihkan
2. Campur susu, telor dan garam, aduk rata
3. Oleh pinggan tahan panas dengan margarin
4. Rendam roti tawar dalam campuran susu, susun rapi di dasar pinggan
5. Beri taburan tumisan daging giling sampai rata
6. Tutup dengan keju slice
7. Ulangi sampai roti tawar habis, tuang sisa susu
8. Taburi atasnya dengan keju parut, panggang kira2 25 menit

Roti Tawar Lapis Daging Mix1

Trus hidangan ketiga adalah Lasagna. Tapi untuk resep dan gambarnya aku putuskan belum bisa diaplod karena gak tersisa sedikitpun Lasagna yang mau difoto!!! Ceritanya waktu selesai proses pembuatan beberapa hidangan ini, aku kedatangan beberapa teman bersama anak2nya yang baru selesai berenang di Waterboom deket rumah. Katanya mereka sengaja inspeksi dadakan ke rumah tante April dengan harapan pengen makan yang enyak2…. hihihi, dasar udah rejekinya kali ya…. Pas udah selesai masak, eh pas mereka dateng…. Tapi sayangnya, belum ada satu pun makanan2 tsb yg aku foto dalam keadaan utuh didalam pinggannya….whoaaaaa…bener2 nangis bombay deh…
Ceritanya tuh, lagi persiapan pemotretan di studio odong2… eh udh langsung diserbu pasukan…. gak tega aja sih menghalau krucil2 yg lagi kelaperan dan mood mau foto2 juga udh ilang hehehe…. Anytime kao buat Lasagna lagi, pasti akan di aplod 😉

Oya, aku sebenernya lagi jatuh cinta loh *wink… Buat yg hobi nguplek2 dapur, objek jatuh cintanya gak jauh2 dari urusan per-bakingan deh pastinya haha… Kali ini jatuh cintanya ama Lock&Lock Oven Glass. Ceritanya aku emang lagi nyari pinggan kaca tahan panas yang ukurannya lebih kecil dari pinggan yang aku punya dan pengen yang ada tutupnya. Setelah keliling2 di toko pecah belah seantero Kota Pangkalpinang tercinta ini, belom dapet2 yang aku mau.
Sebenernya banyak sih yang jual pinggan kaca tahan panas seperti yang aku mau. Tapi koknya merknya itu lucu2 dan gak jelas. Gimana gak lucu, merknya itu kayak plesetan dari beberapa brand yang udah terkenal. Disitu emang dijelasin kalo aman untuk oven dan microwave. Tapi karena pabrikannya gak jelas, siapa yang mau percaya? Aku sih setuju ama bahasa iklah tivi yang bilang pake yang pasti2 aja.

Pengetahuanku tentang piranti memasak dari bahan kaca atau glass pertama kali dikenalkan oleh mamaku. Dulu jaman masih TK atau SD sepulang sekolah sering diajak mama blusukan ke pasar sempit sentra jual pecah belah dan peralatan dapur yang terkenal banget pada masanya di Palembang yaitu Lorong Basah…. hihihihihi, generasi yang rada lawas pasti masih inget deh. Nah, aku inget banget, dulu mamaku waktu mau beli satu set panci tahan panas dari bahan kaca dari salah satu merk terbaik itu, harus window shopping berkali2 sampe akhirnya jadi beli…mungkin karena uangnya baru cukup ya…. dan pesan mamaku, beli produk yang pabriknya jelas dan terpecaya biar barangnya berkualitas.

Sampai suatu hari, gak sengaja pas lagi belanja disalah satu supermarket, dideretan produk Lock&Lock yang biasanya didominasi oleh produk plastiknya, ada deretan wadah kaca yang pake tutup. Trus ada tulisan yang cukup menyolok 400 0C Oven Ok!!!! Horreeee….langsung ngeh aja kalo ini produk yang aku cari…. kalo udh bisa oven, microwave dan freezer udh pasti mampu lah ya…. 😉 Siapa sih yang gak kenal ama Lock&Lock… satu syarat utama dr mamaku terpenuhi…. pabrikannya udh pasti jelassssss….. Lanjut baca keterangan dikemasannya, wow banyak pengetahuan baru yang aku dapet. Jadi tambah yakin bahwa dalam memilih peralatan masak, banyak unsur yang harus diperhatikan.

Lock&Lock Oven glass 2

Keunggulan Lock&Lock Glass dibandingkan produk glassware lainnya karena Lock&Lock memakai Heat Resistant Glass (Borosilicate). Kok aku bisa tau? Iya dong, kan jelas disebutkan diketerangan produknya 😉 Dimana dengan penggunaan Heat Resistant Glass ini menyebabkan produk Lock&Lock Glass punya banyak keunggulan dibanding produk sejenis. Apa aja sih? Ini aku jelasin dikit ya….

Pada sebagian besar produk sejenis yang gak jelas, proses awal pembuatan Glass ini akan mengeluarkan kotoran yang bernama Nickle Sulfide. Nah Nickle Sulfide ini pada saat perubahan suhu ekstrem (dipanaskan atau dibekukan) akan menyebabkan Glass menjadi mengembang dan pecah tiba2 dan bisa pecah dengan sendirinya. Bahan ini sering juga kita dengar dengan nama Tempered Glass. Mungkin bahasa lainnya yg agak2 serem gini : produk glass tiba2 bisa meledak sendiri, pecahannya jadi kecil2 dan bisa melukai kita….. Kan bahaya banget ya buibu…..Sedangkan produk Lock&Lock Glass, gak ada Nickle Sulfide-nya loh…. so udh pasti gak ada resiko meledak2 gitu.
Trus, secara tampilan, penampakan dan wujud, perbedaan antara tempered glass ini dapat diliat dari berat produk sejenis yang besarnya sama. Produk Glass yg menggunakan Boroilicate dalam hal ini yang dipake Lock&Lock Glass mempunyai berat yang lebih ringan dari pada produk yang menggunakan bahan Tempered Glass.

Selanjutnya, produk Glass yang memakai berbahan Borosilicate itu bisa lebih awet muda dan lebih cantik. Nah lo, apa maksudnya ya hehehehe. Maksudnya gini loh bu, kalo pinggan kaca ibu2 setelah dipake di oven, microwave warnanya berubah jadi unsur pelangi gitu, itu tandanya bahannya dari Tempered Glass…setelah dipake unsur renbownya gak akan hilang. Alhasil, pinggan yang awalnya cantik dan bening menjadi kusam, lusuh dan warnanya jd gak jelas deh. Sedangkan pinggan kaca tahan panas yang dari bahan Heat Resistant Glass, gak akan berubah pada saat di oven, di microwave maupun di freezer. Jadi warnanya gak akan berubah tetep bening dan cling….benerkan Lock&Lock Glass bisa awet dan cantik lebih lama….

Nah… gak salah kan kalo aku bisa jatuh cinta ama produk Lock&Lock Glass ini…. Selain kualitas Glassnya yang aku suka karena pake tutup yang kedap banget sebagaimana produk Lock&Lock yang udah kita kenal selama ini. Kebayang kan gimana praktisnya, selesai dimasak trus bisa langsung disimpen rapi dikulkas, bisa ditumpuk… Coba kalo pinggan yang biasa kita pake, kepayang repotnya cari alas buat nutupin trus juga supaya bisa manfaatin celah di atasnya biar bisa dimanfaain spacenya.

Saat ini aku baru punya 3 buah Lock&Lock Oven Glass ini. 2 buah yang bentuknya persegi panjang beli sendiri, satu lagi yang betuknya segiempat ngambil di rumah Mama pas liburan akhir tahun kemaren. You know ibu2…ternyata oh ternyata koleksi Lock&Lock Oven Glass mamaku udh lebih banyak 😀 kalo diambil satu ini kayaknya gak berasa deh…hihihi….sssttt….yuk ah kita lanjut masak yang lain lagi…. CU…

Lock&Lock Oven Glass 1  ???????????????????????????????

Pantai Tanjung Berikat Kabupaten Bangka Tengah

Koba adalah ibukota dari Kabupaten Bangka Tengah yang jaraknya kurang lebih 1 jam perjalanan dari ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Pangkalpinang. Seperti setiap kabupaten lainnya yang ada di provinsi ini, Kabupaten Bangka Tengah ini juga punya ‘koleksi’ pantai indah dengan pasir putih yang halus.  Salah satunya pantai yang mudah diakses karena berada dipinggir jalan dekat dengan Tugu Selamat Datang Kabupaten Bangka Tengah yaitu pantai Arung Dalam.

???????????????????????????????

Pada awal bulan Juli ini dalam rangka pekerjaanku yang lokasinya di Kabupaten Bangka Tengah, aku berkunjung ke Kota Koba. Kebetulan si Aling sobatku yang sehari2nya ada di Jakarta sedang pulang ke rumah orang tuanya di  Desa Trubus Bangka Tengah.  Setelah urusan kerjaanku beres sekitar jam 2 siang, kita udah janjian sebelumnya mau liat pantai yang katanya bagus dan masih alami banget di daerah Tanjung Berikat.

Lama perjalanan dari kota Koba ke Tanjung Berikat ditempuh kurang lebih 1 jam disebabkan oleh keadaan jalan yang jelek dan banyak lubangnya. Selama perjalanan sempat agak2 nyesel juga mutusin mau ke pantai Tanjung Berikat ini, secara energi rasanya udah terkuras ama pekerjaan dari tadi pagi ampe siang *huff. Mana cuaca mendung dan hujan kecil terus turun, jadinya sepanjang jalan tidur aja deh. Kekecewaanku semakin bertambah waktu aku dibangunin si Aling, katanya kita udah sampe di kawasan Tanjung Berikat. Gimana enggak, setelah 1 jam badan kena grudukan jalan yang jelek, eh di depan mata cuma pemandangan yg biasaaaaaa bangetttt… di penghabisan aspal terpampang pantai dengan sampah2 kayu2 dan bercampur dengan sampah2 plastik serta keadaan semak belukar yang bergulung2! Kalo yang ginian sih di Pangkalpinang  juga juga banyak rutukku dalem ati… mana ada satu rumah nelayan yg kesannya kumuh disana hmmmm nyeselll….

Papan 1-tile - Copy

Selang berjalan selama 7 menit dengan sedikit mendaki, tibalah pandangan mata kami ke hamparan sabana (bener gak nih pake istilah ‘sabana’, cmiiw ya fren) ilalang yang sebagian ada yang sudah menguning akibat pembakaran atau apa dan sebagian lagi masih hijau segar. Yang uniknya disini, di hamparan sabana itu terdapat gundukan batu2 alam gede khasnya pantai2 yang ada di Bangka dan Belitung. Sekarang pemandangannya udah berubah, gak keliatan lagi rumah nelayan kumuh dan pantai yang penuh sampah.

mdaki1

mdaki2

Dan perjalanan menurun pun dimulai dengan pemandangan laut yang sekali2 mengintip dari balik pohon cemara dan semakin lama pemandangannya semakin bikin penasaran… Suasana hatikupun semakin berubah, cemberut udh berganti senyum hehehehe….. Subhanallah, pemandangannya indahhhhhh banget… dari ujung ke ujung ada bukit batu yang disela2nya tumbuh pepohonan yang menjulang. Suasananya sepi, pantainya bersih. Ada beberapa perahu nelayan yang terdampar di pasir pantai dan ada juga yang ditambatkan di bibir pantai membuat suasananya tambah indah.

???????????????????????????????

???????????????????????????????

berikat2

???????????????????????????????

berikat4

berikat5

Nelayan Gabung

Hampir satu jam menghabiskan waktu disana berjalan dari ujung ke ujung, ngobrol2 dengan sepasang nelayan yang kutemui disana,  aku dan Aling pun bergegas pulang menuju Kota Koba lagi. Udara yang sejuk ditambah kena gerimis kecil bikin perut terasa keroncongan lagi. Kamipun berencana untuk makan Mie Koba di restoran yang ada di tengah2 kota. Oya dijalan gak jauh dari Pantai Tanjung Berikat tadi  aku ngeliat ada Dermaga kayu. Brenti bentar buat ngambil  foto2 sebelum melanjutkan perjalanan pulang ke Kota.

Dermaga Kayu1

Perjalanan pulang jauh lebih menyenangkan daripada perjalanan pergi tadi. Disepanjang jalan aku dan Aling sibuk bercerita dan berdiskusi tentang isu perencanaan pengembangan  kawasan Tanjung Berikat. Yah, yang utama dan terpenting tetap sarana dan prasarana jalan serta penerangan ya. Ayo dong Satuan Kerja Vertikal yang udah survey jalan dan jembatan sampai ke kawasan Tanjung Berikat, segera realisasikan pelaksanaan di anggaran tahun depan ya hehehe…

Gak berasa aja, kami berdua sampai juga ke Warung Mie Koba Iskandar. Oya Mie Koba adalah salah satu makanan khas yang berupa mie yang diberi taoge lalu disiram memakai kuah dari ikan. Sebenernya makanan jenis ini banyak dijual di Pangkalpinang maupun di Kabupaten lain. Tapi namanya disebut “Mie Kua’ Ikan” aja. Kenapa untuk Mie Koba ada sebutan tersendiri? Bedanya terletak pada jenis mie yang dipakai. Kalo Mie Kua’ Ikan, mienya boleh mie apa aja termasuk mie instan atau mie telor instan pun bisa. Tapi kalo Mie Koba, mie yang dipakai adalah mie fresh yang baru dimasak pada saat kita memesannya. Warung Mie Koba Iskandar terdapat di beberapa kota yang ada di Pulau Bangka. Selain yang ada di Kota Koba sendiri, salah satu cabangnya ada di Pangkalpinang.

???????????????????????????????

???????????????????????????????

Selesai dari makan Mie Koba, rupanya aku dan Aling masih menyisakan sedikit ruang untuk makanan penutupnya. Lalu kami mengunjungi warung tradisional yang berada di depan Warung Mie Koba Iskandar. Disana dijual aneka gorengan sederhana misalnya pisang, ubi jalar dan tape. Tapi ada juga satu penganan istimewa yang dipilih Aling sore itu. Disebut istimewa karena sebutan buat gorengan tersebut adalah “Taik Kebo” hahahahahaha…sadis ya… Kalo di Palembang penganan tersebut biasa di sebut Kumbu Kacang Ijo. Mungkin kalo di daerah lain pasti beda juga. Alhasil sore itupun kami sempurnakan dengan segelas hangat Ta Fu Sui (susu kacang kedelai), pisang, ubi jalar dan tape goreng serta tak lupa si Taik Kebo…

???????????????????????????????

Dan kamipun berbegas pulang ke Pangkalpinang sambil menyempatkan diri menikmati pra Sunset di pantai Arung Dalam… Alhamdulilah, sungguh hari yang penuh warna…

???????????????????????????????

Cooking Class @ Ten Ten Resto Plaza Indonesia

Ten01

Sejujurnya, gak banyak yang bisa aku ceritain tentang Cooking Class di Restoran Ten Ten Plaza Indonesia. Bukan karena acaranya yang gak menarik, tapi karena akunya yang datang ke acara super telat. Gimana gak, aku dateng pas acara utamanya udah selesai dan langsung disodori menu untuk makan siang, hiks malunyaaaaa….

Bukan bermaksud untuk dateng telat, tapi pesawatnya yang pake acara delay segala…padahal udah ambil penerbangan yang paling pagi, 06.45 dari Pangkalpinang dengan jarak tempuh yang hanya 50 menit….tapi apa daya, jadwal take off delayed 1jam lebih 15 menit.

Well balik ke acara, syukurnya aku langsung ketemu dan disambut hangat oleh mb Andri Anne, lumayan hilang sedikit rasa malu dan kikuk udah datang telat hehehe…

So yang bisa aku ceritain disini adalah, makanannya enak2 lho. Bukan karena gratis (lagian aku juga lagi gak laper kok qqqqqq), tapi emang beneran enak dibandingkan itu tuh resto sejenis yang biasanya sering aku kunjungi kalo lagi ke Jakarta… 😉 Sempet nyobain Tempura Omurice yang lupa hasil dari kelompoknya siapa…

Ten02

Alhasil, 1 porsi Tenbara Donburi dan segelas Ocha dingin sukses ludes di hadapanku… (halah, barusan juga bilang gak laper…) oya Dessertnya enak banget terutama Cookies & Cheese Cup…hmmm….

Ten03Ten04Ten05

Oya next time udah diniatin kalo ke Jakarta mau nyobain menu-menu lain (yang gak kalah enak) yang gak sempet diicip-icip (sampe puas) dan juga belum kenal namanya…

Ten06Ten07Ten08

Buat mb Andri Anne, terimakasih banyak undangannya dan sangat menyenangkan bisa ketemu dengan temen2 IDFB yang kemarin hadir…

Ten09

Dan lengkaplah sudah predikat telat itu : dateng telat dan telat posting… hufff…