Pesta Rakyat 09 Juli 2014

Hari ini bakal jadi hari bersejarah buatku. Gimana enggak, setelah hampir belasan tahun abstain di setiap Pilpres (apalagi) Pileg, akhirnya tahun ini aku memutuskan untuk menggunakan hak suara dengan sebaik2nya. Merdeka!!! 😀 yakin deh di Pilpres kali ini Golput bakal banyak kehilangan kawan2 sekolega dan se-gank nya hehehe…

Sesungguhnya aku sangat tidak menyukai dunia politik. Gak pernah tertarik baca tentang berita2 politik dan hampir tidak pernah sama sekali nonton acara2 politik. Tau dengan beberapa orang2 lokal yang terjun kedunia politik di kota kecilku ini, bikin aku semakin gak simpatik ama politik.  Pokoknya aku sangat kuper deh soal politik-politikan. Karena itu, disaat orang lain hingar bingar beropini, mengeluarkan pendapat dimana2, aku hanya bisa diam. Aku bener2 gak tau harus ngomong apa. Dan akhirnya aku memutuskan untuk mulai menyimak semua berita, baca berita politik2an dan mulai rajin nonton MetroTv maupunTVOne, (ups kesebut merk-nya hihihi…) dengan harapan bisa dapet informasi yang seimbang.Belum lagi info2 tsb dgn mudah didapet dari juru kampanye2 dadakan yang tersebar mulai dari fesbuk, bb, temen pengajian, bahkan tukang parkir dan mbok2 yang jualan di pasar tradisional…. Sungguh yang hrs aku garis bawahi disini adalah, betapa kesadaran politik mereka sangat tinggi dibanding aku yg baru mulai melek dan masih sibuk bersih2in belek… ihhh…

Kesimpulanku, helowwww pendukung fanatik masing2 kubu…kalian saling berteriak kalo kalian difitnah dan diserang blek kampein, padahal masing2 kalian adalah pelaku….hadehhhh…omg heloww deh jadi inget peribahasa di pelajaran waktu SD : virus diseberang samudera keliatan…eh dinosaurus yang di depan mata ampe nabrak saking gak keliatannya… Mentang2 jagoannya, dipuji2 setinggi langit udah kayak gak pernah punya dosa dan diagung2kan lebih dari nabi…. sementara saingannya dijelek2in seolah2 lebih jahat dari daj*l…subhanalah…. 😥

Sedikit melenceng dari topik, tapi seengaknya pembelajaran yang aku dapet dari ortu membuat aku bersikap untuk “biasa-biasa” dan “datar-datar’ aja terhadap apapun. Dulu kala, dari jaman TK ampe tamat kuliah, pastinya semua orang pernah dapet tingkat capaian tertentu baik itu dibidang akademik, seni, olahraga atau kegiatan lainnya. Pada saat aku atau adik2ku memperoleh sesuatu yg sedikit diatas teman2 lainnya, tidak sekalipun ucapan pujian yang berlebihan terlontar dari mama/papa kecuali senyuman tulus dan ucapan : “alhamdulilah ya nak….” Tidak sekalipun mama/papa menanggapi pujian orang lain terhadap anak2nya selain dengan ucapan : “terima kasih”, titik, itu saja…datar bingit saudara-saudara 😐 dan jangan pernah berharap dapet perayaan besar2an atas apapun yang telah kami raih, kecuali perayaan privat di keluarga ini sambil disertai nasihat2 emas orang tua terhadap anaknya…. Andaikan saja jaman dulu mamaku udah ada akun fesbuk atau tuwiter, aku yakin gak akan ada stasusnya yg muji2 anak2nya dan gak bakalan akun tsb jd menarik karena udh bisa dipastikan isinya juga datarrrrrrr….. Begitupun juga pada saat kami mendapat kegagalan, tidak sekalipun mama/papa komplen apalagi marah. Paling ucapannya : “ya gak apa2 nak, nanti belajar lagi aja…” masih tetap dengan senyuman plus sebuah pelukan hangat. Oya sedari dulu, kami juga tidak dikenalkan dgn budaya saingan dan ambisi mengejar sesuatu…jadi belajar ya buat pinter, bukan buat jadi juara…. Love you much mama dan papa…

Jadi berdasarkan prinsip2 dan nilai2 di atas… berdasarkan info yang aku cari dan aku pelajari diam2, akupun udah punya pilihan sendiri. Gak perlu disebutin aku pilih siapa dan nyoblos yang mana…soalnya bisa aja kan aku pilih 1 tapi nyoblos 2 (lho??) atau sebaliknya….hahahaha… gak lah, intinya aku udah punya pilihan yang hanya Tuhanku, orang tuaku dan segelintir org2 dekatku yang tau… aku gak mau berlebihan memuja-muji pilihanku lantas apabila mereka tidak berlaku seperti yang diamanahkan lantas aku berbalik memaki-maki mereka. Datarrrrrrrr aja  😉 Aku percaya, siapapun yang nantinya bakal memimpin negeri ini, semuanya atas izin Allah. Dan tugasku sebagai mahluk suatu negeri yaitu Indonesia Raya ini berdoa dan berusaha menjadi individu yang mampu ambil bagian dari perubahan Indonesia untuk menjadi yang lebih baik. Aamiin yra…

yukkkk nyoblos dulu….semoga aku dan kita gak salah pilih ya temans…. merdekaaaaaaaaaaa!!!!!

feeling blue…

Hellowwww my lovely kitchen..apa kabar…sudah berbulan2 gak ada asap yang ngepul dari sini…maapkan aku…sejuta alasan siap kuungkapkan… Maapkan juga kalo cerita yang kubawa kali ini gak indah. Aku lagi ngerasa sediiiiiihhhhhhhhh aja…kecewaaaaa banget ama yang namanya manusia (gak semua manusia sih sbenernya hihihi). But mom is an only friend who will never betray….

Sejujurnya gak mudah buatku mengungkapkan curahan hati sekalipun itu lewat tulisan apalagi bercerita langsung… Pengalaman mengajarkanku untuk gak terlalu mengobral perasaan hati manusia yang sering terombang ambing kayak ombak di Pantai Matras :p dan sering berubah teritup angin kayak di Pantai Parai Tenggiri 😀 Tempat curhat yang paling tepat dan terpercaya hanyalah kepada Sang Pencipta…

Semoga rasa yang kualami hari ini adalah bagian dari perjalanan kehidupan yang sempurna yaitu ada siang-malam, ada hujan-matahari, ada sedih-gembira…dsb… Semoga hatiku tidak dibutakan untuk terus bersyukur atas seluruh nikmat yang di anugerahkan Allah ….

mau copast dikit ah status fb ny teh Nicke beberapa waktu yang lalu, soalnya ngena banget ke perasaan melowku saat ini hehhe…

“Kekecewaan, Kemarahan, Ketidakadilan setiap orang berbeda-beda skalanya, ada yg tertimpa badai hingga mau runtuh, tetapi bisa berdiri kembali dengan tegar, adapula hanya di terpa angin kencang sedikit tetapi kemarahan hatinya tak kunjung padam hingga ia melupakan bahwa semua permasalahan selalu datang dariNya melalui cobaan..

Menyiapkan mental  tetap harus seimbang,.. “keyakinan agama” kita tetap nomer satu dan kita harus siap untuk menghadapi dunia yang sangat liar..

Apapun jangan memuja sesuatu hingga mengalahkan “kebesaranNya” .. ketika kita diberikan sentilan, hati kita akan di kuasai oleh emosi.. dan melupakan apa yang disebut Ikhlas..

..Hidup itu tidak selalu indah terpapar….”

sahabatku, si Y

Cerita kedua tentang si Y…temenku ini udah nikah lima tahun, belum punya anak, terpisah jarak dengan sang suami dan sedang dalam proses perceraian…….. Sambil meneteskan air mata dia selalu bercerita tentang hal2 ringan yang mengingatkannya pada sang suami yang jauh disana…entah itu soal makanan kegemaran, bau parfum, baju, lagu dan hal-hal kecil lainnya…. Cerita yang keluar dari si Y tidak pernah sekalipun menyebutkan kekurangan apalagi kejelekan suaminya…. Aku percaya temenku si Y ini cinta mati dengan sang suami, tapi persaaan sang suami terhadap Y pasti sudah berubah….

Si Y bercerita bahwa sebelum kejadian sekarang ini pernah memohon kepada sang suami untuk jangan pernah ditinggalkan…dan sang suami berterus terang susah melakukannya…. ya Allah kebayang banget gimana rasanya denger pengakuan jujur dari seseorang yang kita sayang kalo gitu jawabannya… I cry for U my dearest friend…

Dan sekarang si Y pasrah, menyerahkan segala sesuatunya kepada Allah pemilik segalanya. Si Y hanya memohon jalan yang terbaik bagi dirinya dan suami, mohon agar Allah tetap memuliakan suaminya, mohon agar jangan pernah terbersit setitik kebencian apalagi dendam terhadap suaminya dan tetap percaya bahwa keputusan Allah akan lebih indah dan selalu percaya akan janji Allah terdahap hambanya yang berdoa….

”Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah Mengetahui,  sedangkan kamu tidak mengetahui”. (Qs. al-Baqarah : 216)

Speecless banget deh aku denger penuturan si Y…entah karena lagi sensitif atau apa, rasanya hati ikutan nyeri juga. Trus aku keinget pernah baca hadist kalo gak salah HR Tirmidzi (cmiiw ya…) yang isinya kurang lebih gini : gak ada satupun yang lebih mulia bagi Allah melainkan doa karena doa itu adalah senjata, doa juga bukti bahwa kita ini kecil banget di hadapan Allah… Trus aku juga keinget cerita tentang Nabi Ayub AS yang bisa sembuh dari penyakitnya karena terus didoakan oleh istrinya yang sholehah…

Oya, ternyata  doa perempuan itu lebih makbul dari doa lelaki loh… gak pecaya??? karena sifat penyayang perempuan  lebih kuat  dari pada laki2. Nabi pernah bersabda : “ Ibu lebih penyayang dari pada Bapak,  dan doa orang  yang  penyayang  tidak akan sia-sia” (sori ini aku lupa sourcenya dari mana)

Kesimpulannya adalah….yuk mareee kita jadi wanita sholehah, biar doanya selalu diijabah Allah….amin ya rabbalalamin….

Buat Y…selalu sabar ya…akupun percaya, pasti doamu didengar Allah karena aku tau kamu sayang banget ama suamimu….

sahabatku, si X

Cerita pertama soal X, sahabatku yang sangat cantik jelita ini harus mengalami kegagalan dalam rumah tangga yang udah dibina selama sepuluh tahun, dikaruniai dua orang putri dan satu orang putra. Alkisah dahulu kala, beberapa belas tahun yang silam, si X ini pernah membina hubungan serius dengan seorang perwira muda. Oleh karena keluarga besar X yang mayoritas pedagang dan anti ‘oknum’ maka terjadilah cerita a la Romeo- Juliet. Hubungan asmara yang terjali hampir lima tahun harus kandas. Setelah itu si X dan si ‘oknum’ bener2 lost contact. Dua tahun setelah kejadian itu, si X nikah dg lelaki yang direstui keluarganya, dan akhirnya berujung pada perceraian….

Sekitar awal Desember 2012 lalu, secara gak sengaja si X ketemu lagi ama si Oknum, mantannya beberapa belas tahun lalu yang gak pernah ketemu. Pertemuannya gak sampe lima menit, saling tukar nomor telepon, selama dua hari bercerita tentang keadaan masing2. Ternyata si oknum udah hampir dua tahun ini pindah ke kota kami setelah berpindah tugas di beberapa tempat di Indonesia bagian timur. Dan sudah setahun ini menyandang status duda dengan tiga anak!!!!  Si X baru kembali pulang ke rumah orang tuanya sekitar tujuh bulan ini dalam keadaan juga menjanda….sontak aja pertemuan kembali mereka diwarnai drama tangis2an, termasuk mamanya si X juga turut terisak-isak mendengarkan pilu kisah mereka….  Dan kejadian selanjutnya sama kayak sinetron stripping. Secara kilat mereka memutuskan melanjutkan kisah kasih yang sempat tertunda belasan tahun lau dan hari ini ijab yang menghalalkan ikatan mereka terucap….alhamdulilah….

Masih teringat bulan puasa tahun yang lalu pada saat si X baru menyandang titel “single parent”, dengan mata yang selalu bengkak, wajah kuyu berperang dengan kehilangan rasa percaya diri sementara harus tetap terlihat tegar di depan anak2nya. Sedikit demi sedikit, mau gak mau aku sebagai sahabat turut memompa semangat dan rasa percaya dirinya…. Sungguh bahagia deh liat si X mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut hari sakral yang dadakan ini layaknya baru pertama kali merit….hehehe walaupun diadakan secara sederhana aja… Harapanku, moga ini jadi yang terakhir bagi keduanya, moga jadi keluarga samawa, moga si abang bisa memegang amanah jaga sahabatku dan the kiddos…. Amin….

Tentang sahabat

Beberapa hari terakhir ini hidupku sangat berwarna. Berwarna dalam artian, disatu sisi merasa sangat bahagia menyambut rencana pernikahan (lagi) sahabatku yang namanya X. Sementara disisi lain juga amat sangat sedih dan berempati dengan sahabatku Y yang lagi dalam proses cerai dengan suaminya. Hiks….

Teguran yang Indah dan Sempurna

Glek, liat kalender udah hampir pertengahan Desember aja. Padahal baru berasa kemaren beratnya bayar2 gaji, fiuhhh…udah di ujung tahun gini koq ya masih terasa berat aja ya….astagfirulahhhh kok manusia kayak aku ini kerjaannya ngeluh melulu ya, disentil lagi 1 desibel lebih tinggi dari yang barusan, dijamin aku gak bakalan masih ketawa-ketiwi lagi, hehehe….
Ceritanya di suatu sabtu pagi yang indah, jam enam teng aku dengan gaya khasku yang kayak ulet nangka, kutu loncat, bola bekel dan sejenisnya tiba2 harus bengong beberapa saat sebelum ngerasain sakitnya kakiku kepeletot di area garasi mobil. Cepet2 aku paksain bediri sambil berkata dalem hati ah palingan sakitnya cuma 10 menit doang, meringis2 bentar, sok2 jadi hipno terapis yang (juga) sok mensugesti supaya gak berasa sakit, dan sok2 jadi penghibur hati sendiri sambil nyanyi2 “smile dont cry” ala Sule and the opera gank….. wkwkwkwk….

Gimana gak dibela2in mengenakkan diri, daftar di To Do Today udah hampir 5 halaman Snote full….minimal setengah atau maunya tiga per empatnya harus terselesaikan hari ini….dimulai dengan ke Bandara pagi2 mau ngirim paket, gak bisa enggak, gak bisa telat, kalo telat yang bakalan nerima paket pasti berang dan gundah gulana, bakal mencak2 sehingga terjadilah gempa bumi berkekuatan dasyat dan potensi tsunami 17 meter…huhhh jadi ngelantur deh…. Intinya tugas pertama yg harus dilakukan ya harus ke Bandara….hufff sesungguhnya aku seballlll….
Tugas pertama sudah terlaksana dengan baik, iseng2 ngeliat nyut2an dikaki eh lho….kok kakiku yang kepeletot tadi udah ada telurnya ya…kapan2 kakiku dikawinin ama ayam jago…hualahhhh antara takjub, sakit dan berasa aneh….cepet2 aku jadi hipnoterapis wanna be, yuk kerjaan masih banyak, gak ada waktu bercengeng2 ria, gak ada tempat buat menye2…..lanjotttttttt…..
Akan tetapi saudara2, ternyata ilmu hipno wanna be, lagunya sule and the opera gank ‘smile dont cry’ gak mampu lagi nahan rasa nyut2an di kaki kiriku….mulai deh dalem ati aku menyesal kemaren2 gak nurutin saran sahabat tercinta buat ganti mobil yang lebih layak, seenggaknya yang bikin kaki kiri jadi lazy boy, ngebosy gak ada kerjaan… whoa…kaki ku yang kepeletot ini masih harus bertugas nginjak2 kopling…..sakitnya makkkkk….akhirnya aku putuskan ditahan2in sambil ngubah rencana untuk segera balik ke rumah, gak nahan sakitnya….sumpeyyyy….

Ternyata saudara2, begitu sampe rumah….si telur ayam tadi udah berubah jadi telur angsa….oh nooo…dan bergegas jadi telur burung onta…yessss…segera bbm beberapa teman minta direkomen tukang urut spesialis keseleo dan kepeletot….didapatlah satu nama yang lumayan termasyur yaitu Mang Hamzah…sekian puluh menit kemudian dengan di antar Nana sobatku aku sudah meluncur ke TKP, yang ternyata masih harus jalan kaki lumayan jauh krn rumahnya Mang Hamzah ada di gank kecil….hehehe…sampe sini masih bisa ketawa2 karena si Nana ada bakat ngelenong…gimana enggak, rumah tukang urut idealnya dipinggir jalan kali ya…dan berjalanlah aku dengan terseok2…

Pas diurut, kayaknya aku gak sempat lagi ketawa2 melainkan menikmati setiap usapan tangan Mang Hamzah di kakiku yang bagaikan apa aku gak nemu padanannya…huhuhu…sakittttttnya…tapi justru disini aku kayak tersadar, pecaya gak pecaya, sepertinya aku lagi disentil Yang Maha Kuasa nih… Gimana enggak, aku yang sehari2nya pengen serba cepat dan serba kilat, tiba2 harus berjalan tertatih2 sambil meringis nahan sakit….Keinget kemaren aku dengan gak sabarnya bilang ke Lia si asisten baru, soal gayanya yang lemah gemulai dan berasa sangat lambat saat aku minta diambilkan sesuatu….hhhh…aku bener2 berasa kena jewer nih….
Diam2 aku berusaha dengan tulus berucap alhamdulilah atas hadiah yang kualami sekarang. Bagaimanapun juga bagiku ini bentuk rasa sayangnya Allah kepadaku. So disepanjang jalan pulang yang alhamdulilah untuk menuju mobil aku dianter motor punyanya mang Hamzah, aku lebih banyak terdiam dan kadang2 tertawa garing, lebih2 setelah melihat display picture BBM salah satu temanku si Ayang yang isinya surat Annisa ayat ke 79 yang berbunyi : “ Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah dan apa saja bencana yang menimpamu maka itu dari (sebab dosa)mu sendiri”…..

Subhanallah, bagiku ini suatu teguran yang indah dan sempurna…